Polda Jatim Terjunkan 6.000 Personel Jelang Suran Agung di Madiun

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 18 Sep 2017 12:46 WIB
Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Polda Jatim menerjunkan 6.000 pasukan jelang Suran Agung atau ziarah ke makam pendiri perguruan silat, di Madiun dan sekitarnya. Selain ribuan pasukan, polisi juga memberlakukan larangan berkonvoi. Ribuan personel itu karesidenan Bakorwil Madiun.

Larangan ini diberlakukan mengantisipasi bentrok antar perguruan silat saat perayaan bulan Jawa Suro atau 1 Muharam. Di Madiun, tercatat ada 11 perguruan silat.

"Kita percayakan polres masing-masing wilayah untuk amankan. Kita terjunkan untuk Kota Madiun sendiri sekitar 1.600-an lebih. Sesuai kesepakatan tidak boleh bawa motor roda 2," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Machfud Arifin di Alun-Alun Kota Madiun dalam gelar pasukan Operasi Aman Suro 2017, Senin (18/9/2017).
11 Perguruan silat sepakati tidak melakukan konvoi/11 Perguruan silat sepakati tidak melakukan konvoi/ Foto: Sugeng Harianto

Selain gelar pasukan Operasi Aman Suro 2017, 11 pimpinan perguruan silat menyepakati tidak ada konvoi menggunakan motor roda dua di hadapan polisi dan muspida. Hadir dalam upacara itu wali kota dan Bupati Madiun, Kapolres Madiun Kapolres Ponorogo, Kapolres Magetan, Kapolres Ngawi dan Kapolres Pacitan dan kepala Kodim se karesidenan Bakorwil Madiun.

Sementara Kapolresta Madiun AKBP Sonny Mahar Budi Adityawan mengatakan selain melibatkan 1.600 personel, juga dibackup jajaran polres karesidenan masing-masing sekitar 1.000 orang. Yakni Polres Madiun Kabupaten, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, sehingga total kurang lebih hampir 6.000 personel.

"Masing-masing polres diperbantukan sekitar 1.000 pasukan guna mengawal para anggota perguruan silat. Karena yang datang untuk merayakan Suran Agung dari berbagai daerah. Seperti Ngawi dilewati perguruan dari Bojonegoro, Tuban dan sekitarnya," ungkap Sony.
Kapolda Jatim gelar pasukan di Madiun/Kapolda Jatim gelar pasukan di Madiun/ Foto: Sugeng Harianto

Untuk wilayah Madiun Kabupaten, polres melibatkan 1.331 personel tersebar di 12 wilayah polsek. Mereka mengamankan jalur lalu lintas mulai perbatasan Nganjuk dengan Madiun hutan Saradan.

"Betul kita ikut bantu mengamankan kegiatan Suran Agung ini. Utamanya jalur rawan untuk menghalau aksi konvoi motor pesilat yang dilarang," tutur Agus.

Usai melakukan kesepakatan dengan 11 perguruan silat, polwan dan polisi laki-laki menunjukkan keahlian ilmu bela diri dan kanuragan. (fat/fat)