Bahkan pengusaha tidak lepas dari pengalaman buruk, salah satunya pengalaman ditipu. Pengalaman buruk itu sangat baik untuk memproses para entrepreneur muda.
"Menjadi pengusaha harus pernah ditipu. Ditipu itu penting karena Anda akan belajar banyak sekali. Lebih baik ditipu waktu kecil daripada besar nanti. Kalau sekarang ditipu Rp 500 ribu, nanti kalau sudah besar bisa ditipu miliaran," kata mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan saat kuliah umum di depan ribuan mahasiswa baru (Maba) S1 dan Mahasiswa S2 Unitomo Jalan Semolowaru Surabaya, Senin (18/9/2017).
Bertema 'Membangun Jiwa Entrepreneur Sebagai Penggerak Pembangunan Bangsa' Dahlan Iskan merumpamakan, bahwa menjadi pengusaha sama dengan halnya belajar bersepeda.
"Belajar menjadi pengusaha sama seperti ketika Anda belajar naik sepeda. Awal-awal ketika Anda belajar naik sepeda kan nggak langsung bisa lari cepat kan? Terkadang kalian perlu jatuh dulu, berdarah, tapi juga ada orang yang belajar bentar bisa. Jadi ketika ingin menjadi pengusaha, sama halnya Anda harus berani pegang-pegang sepeda," ujar Dahlan Iskan.
Dahlan Iskan di depan ribuan mahasiswa Unitomo/ Foto: Michelle Alda |
Setelah memberikan perumpamaan, Dahlan memberi pertanyaan kepada mahasiswa Unitomo yang hadir 'kapankah kita bisa jadi pengusaha?' dan 'kapan sebaiknya mulai jadi pengusaha?'.
Setelah melontarkan pertanyaan itu, Dahlan mempersilahkan beberapa mahasiswa ke panggung untuk menjawab pertanyaannya.
"Jangan jadikan modal sebagai penghalang untuk memulai usaha. Kalian bisa memanfaatkan limbah, barang bekas, untuk menjadi modal usaha," tegas Dahlan.
Tak hanya meminta para mahasiswa menjawab pertanyaan, Dahlan juga meminta mahasiswa yang telah memiliki usaha sendiri untuk maju ke depan dan menceritakan pengalaman entrepreneurnya.
"Menjadi pengusaha nggak harus punya darah pengusaha. Anak-anak ini membuktikan bahwa mereka bisa menjadi pengusaha bukan karena orang tuanya pengusaha," ujar Dahlan setelah mendengar kisah dua mahasiswi entrepreneur.
Dia mengungkapkan seseorang yang pernah ditipu harus memiliki dendam. Tapi dendam yang dimiliki harus positif.
"Dendam (karena ditipu) itu penting. Ini dendam positif. Dalam bisnis, dendam itu penting karena dengan dendam akan memotivasi untuk membuat Anda berusaha bekerja keras untuk menghasilkan untung yang lebih banyak. Jadi setelah ketipu Rp 500 ribu akan termotivasi untuk menghasilkan untung Rp 1 juta," tambahnya.
Dahlan pun berpesan kepada para mahasiswa yang memulai usaha untuk bergaul dengan orang-orang yang sudah memiliki usaha.
"Apabila kalian yang mau mulai usaha, kalian harus bergaul sama teman kalian yang sudah memulai usaha. Dari situ kalian akan belajar dan semakin termotivasi untuk punya usaha," tandasnya. (fat/fat)












































Dahlan Iskan di depan ribuan mahasiswa Unitomo/ Foto: Michelle Alda