Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan, dalam minggu ini, tim percepatan pembangunan kereta gantung di Kawah Ijen yang dibentuk oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) segera menggelar rapat persiapan uji lapangan.
"Kami segera melakukan rapat. Kemenpar sudah mengandalkan pertemuan dalam minggu ini," ujar Bramuda kepada detikcom, Minggu (17/9/2017).
Selain itu, kata Bramuda, sambil menunggu perizinan yang sedang diproses, konsultan dan pihak ketiga atau operator pembangunan kereta gantung dari Swiss juga akan turun ke lapangan untuk melakukan cek lapangan, melihat kondisi medan dan memetakan kontur tanah Yang akan menjadi tapak dari kereta gantung. Mereka juga akan mencari gudang, untuk penyimpanan alat dan benda penunjang pembangunan kereta gantung.
"Bulan depannya lagi, Kemenpar dan pihak ketiga dari Swiss akan turun. Memetakan tapak kereta gantung, konstruksi dan mengecek kandungan kimiawi lingkungan apakah berbahaya dengan bahan untuk kereta gantung juga dilakukan," tambahnya.
Sementara terkait peletakan kereta gantung apakah di wilayah Banyuwangi atau Bondowoso, Bramuda mengaku tak berpolemik terkait dengan masalah tersebut. Dampak ekonomi adalah yang akan menjadi prioritas setelah adanya kereta gantung. Tentunya kata pria yang biasa di panggil Bram ini, adanya kereta gantung nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar gunung Ijen.
"Kami tak mau berpolemik. Yang penting adanya cable car ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar baik dari Banyuwangi dan Bondowoso," pungkas Bramuda. (iwd/iwd)











































