e-Retribusi, Solusi Mudah Bayar Iuran Pasar di Banyuwangi

Putri Akmal - detikNews
Minggu, 17 Sep 2017 10:43 WIB
Bupati Anas menyosialisasikan e-retribusi (Foto: Putri Akmal)
Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi menggandeng Bank Jatim meluncurkan e-retribusi. Program ini memudahkan pembayaran dan transparansi pendapatan daerah di pos retribusi pasar.

Para pedagang pasar nantinya memiliki kartu debet pasar yang bisa digesek setiap kali transaksi pembayaran retribusi.

"Para pedagang dimudahkan dalam pembayaran pajak. Pedagang tinggal mengisi saldonya di bank, lalu mereka tinggal gesek sesuai tagihan retribusinya," jelas Kepala Cabang Bank Jatim Banyuwangi Arif Wicaksono di Pasar Blambangan, Minggu (17/9/2017).

Tidak hanya kemudahan pembayaran, para pedagang juga dimudahkan ketika membuka rekening yang bebas biaya administrasi. Program ini juga memudahkan permodalan bagi para pedagang pasar dan beberapa fasilitas lainnya.

Menurut Arif, dari 600 lapak milik pedagang sudah 200 lebih lapak terdaftar dalam e-retribusi. Alur pembayarannya sebagai berikut, petugas pasar mendatangi pedagang pasar untuk menarik retribusi pasar. Pedagang pasar membayar retribusi menggunakan mesin EDC Bank Jatim.

Pedagang pasar kemudian menerima struk bukti pembayaran dan petugas pasar menyimpan bukti pembayaran sebagai arsip. Secara otomatis Badan Pendapatan, BPKAD, Disperindag dan koordinator pasar dapat memantau pembayaran e-Retribusi pasar secara real time melalui internet banking Bank Jatim.

"Akumulasi dalam 1 hari berupa saldo yang berada di rekening pendapatan pasar Bank Jatim lalu ditransfer ke kas BPKAD," jelas Arif.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk transparansi dalam pendapatan daerah melalui retribusi. Dengan demikian, pedagang pasar Banyuwangi dapat melakukan pembayaran tersebut setiap waktu dengan lebih mudah, nyaman, dan pastinya lebih terpercaya tanpa harus khawatir retribusinya bocor.

"Berawal dari banyaknya pungutan yang tidak transparan. Jadi dengan e-restribusi uangnya tidak masuk ke kantong petugas tapi langsung masuk ke rekening daerah. Tidak ada lagi pajak yang di selewengkan dan semua untuk pembangunan kesejahteraan rakyat," ungkap Anas.

Anas menambahkan, pada tahun ini pihaknya manaikkan target pendapatan daerah, salah satunya melalui pos retribusi pasar. Pada tahun 2016 lalu retribusi pasar menyumbang Rp 5 milar, tahun 2017 ini ditargetkan Rp 5,8 M yang disumbang dari 21 pasar daerah se-Banyuwangi.

"Kami harapkan dengan pembayaran elektronik ini target bisa dikejar. Karena setoran pedagang langsung dikoneksikan dengan sistem. Jadi bisa dikontrol real time," jelas Anas.

Puji, salah satu pedagang Pasar Blambangan yag sudah mengikuti e-retribusi mengaku program ini mempermudah pembayaran dan lebih efisien.

"Sudah ikut (e-retribusi), lebih efisien dengan ini," kata Puji. (iwd/iwd)