"Bukan diakibatkan faktor kesengajaan. Namun, karena kondisi cuaca panas terik matahari yang sangat menyengat, membuat rumput dan tumbuhan di bukit itu gersang dan terbakar," ujar Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin kepada wartawan, Sabtu (16/9/2017).
Arman mengatakan, untuk kesekian kalinya bukit savana Gunung Bromo kembali terbakar saat tengah musim kemarau. Kali ini luasan bukit savana yang terbakar cukup luas, sekitar 50 hektare. Untungnya tidak ada korban dari peristiwa ini.
"Tidak (ada korban) sama sekali, karena tempat yang terbakar memang sangat jauh dari lingkungan yang biasa dikunjungi wisatawan. Orang juga tidak pernah menaiki bukit tersebut," kata Arman
Arman menjelaskan, hasil penyelidikan sementara, api kebakaran itu berasal dari titik tengah. Dugaan kuat kebakaran terpicu karena panasnya sinar matahari yang mengenai rumput kering. Sehingga, menimbulkan api dan membakar sekitar bukti savana.
"Kami sudah lakukan penyelidikan, kebakaran bukan karena ulah pengunjung atau yang tidak bertanggung jawab. Tapi karena memang cuaca panas terik matahari," terang Arman.
Saat disinggung soal upaya selanjutnya dari Polres Probolinggo, Arman mengatakan bahwa pihaknya terus mengimbau pada pengunjung agar tidak membuat api saat berkemah di kawasan sekitar. Selain itu, pengunjung juga dilarang membuang puntung rokok di kawasan Bromo. Pengunjung juga harus memperhatikan dan peduli dengan kebersihan lingkungan kawasan Bromo.
"Kegiatan antisipasi, selain sifat imbauan, kami juga melakukan kegiatan preventif. Salah satunya menggelar patroli secara berkesinambungan yang hubungannya di lokasi yang rawan kebakaran," tandas Arman. (iwd/iwd)











































