DetikNews
Kamis 14 September 2017, 17:57 WIB

Polisi Nganjuk Bantah Video Anggotanya Dianiaya Begal

Andhika Dwi - detikNews
Polisi Nganjuk Bantah Video Anggotanya Dianiaya Begal Polisi Nganjuk berpakaian preman saat melumpuhkan seorang pelaku/Foto: Istimewa
Nganjuk - Video penganiayaan komplotan begal terhadap anggota polisi di Nganjuk sempat viral. Polisi pun membantah kabar yang beredar. Video berdurasi 33 detik itu ternyata penangkapan pelaku residivis curanmor di Nganjuk.

"Iya itu benar video anggota saya melumpuhkan satu dari dua pelaku curanmor, sebelumnya anggota saya dibacok itu, empat anggota Resmob yang mengejar dan menangkap tersangka saat itu," kata Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Gatot Setyobudi melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (14/9/2017).

Menurut AKP Gatot Setyobudi, kejadian itu berawal saat polisi mencurigai dua tersangka curanmor yang berboncengan mengendarai sepeda motor CBR tanpa dilengkapi plat nomor.

Karena curiga, polisi membuntuti kedua tersangka dari Jalan Raya Warujayeng Kabupaten Nganjuk. Namun polisi kehilangan jejak kedua tersangka.

Informasi adanya pengendara motor yang diduga sebagai pelaku kejahatan itu segera disebarkan dan ditindaklanjuti oleh anggota Resmob Polres Nganjuk.

Anggota Reskrim melakukan patroli keliling jalan raya untuk mencari keberadaan kedua tersangka. Ketika melewati jalan raya Baron, polisi menemukan kedua tersangka yang dicurigai telah mengendarai sepeda motor sendiri-sendiri. Tak ingin buruannya lepas, polisi mengejar kedua tersangka.

Tersangka Sukaji (47) mengendarai sepeda motor hasil curian milik korban bernama Huda (52) yang di parkir di depan 'Sami Mulyo' di Jl Raya Baron Dusun Wates Kecamatan Baron. Sedangkan tersangka Samsul (42) mengendarai sepeda motor CBR tanpa nopol.

Ditengarai kedua tersangka hendak melarikan diri ke luar wilayah hukum Polres Nganjuk. Anggota reskrim pun segera bertindak menangkap pelaku di simpang Kertosono.

Awalnya, polisi berhasil menghentikan dan menangkap tersangka Samsul. Ketika digeledah, petugas menemukan sebuah senjata tajam (sajam) jenis clurit yang diselipkan di pinggang depan. Saat akan diamankan tiba-tiba muncul dari arah belakang tersangka Sukaji dengan membawa clurit, dan berupaya melawan polisi dengan clurit miliknya. Sabetan clutit itu mengenai jari tangan Bripda Ilham.

Tak hanya Bripda Ilham, Sukaji juga menyerang Brigadir Endro, beruntung sabetan clurit ke arah Endro hanya mengenai baju di bagian dada.

Ditengah pertarungan sengit Sukadi dan polisi, tersangka Samsul lepas dan melarikan diri membawa kabur motor curiannya.

Kendati Brigadir Endro membawa senpi, dirinya enggan menggunakan mengingat di lokasi banyak warga yang menonton. Karena tak ingin buruannya lepas, Brigadir Endro dan Ilham melumpuhkan Sukadi dengan tangan kosong dibantu dua rekannya yang kebetulan ikut mengejar.

Guna penyelidikan lebih lanjut, Sukaji dibawa ke Polres Nganjuk. Dalam pemeriksaan inilah ditemukan pelaku menyimpan selembar kain hitam yang dipercaya pelaku sebagai jimat saat melakukan aksi pencuriannya.

Setelah itu tambah AKP Gatot, Sukaji diminta untuk menunjukkan lokasi persembunyian Samsul di Pasuruan. Setelah tertangkap, keduanya kembali dibawa ke Nganjuk.

Namun, kedua pelaku berusaha melarikan diri dan kembali melawan petugas saat lengah, sehingga polisi terpaksa harus melumpuhkan keduanya dengan timah panas pada bagian kaki mereka.

"Saat perjalanan pulang ke Nganjuk, mereka berusaha memanfaatkan kesempatan dan kabur, anggota saya bertindak tegas melumpuhkan keduanya," tegas Gatot.

Berdasar informasi yang dihimpun, tersangka Sukaji merupakan residivis curanmor yang sudah sering masuk penjara. Dua kali dipenjara di Pasuruan dan Malang dengan kasus yang sama.
(bdh/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed