DetikNews
Kamis 14 September 2017, 16:41 WIB

Obat PCC Belum Ditemukan di Surabaya, Tapi Aparat Waspada

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Obat PCC Belum Ditemukan di Surabaya, Tapi Aparat Waspada Salah satu korban PCC (Foto: Siti Harlina/detikcom)
FOKUS BERITA: Heboh Obat Terlarang PCC
Surabaya - Obat PCC telah beredar dan membawa korban di Kendari, Sulawesi Tenggara. 50 orang yang mengonsumsi obat itu dilarikan ke rumah sakit sementara 1 orang lainnya tewas.

Obat PCC belum beredar di Surabaya. Namun aparat telah mewaspadai kemungkinan beredarnya obat yang merupakan obat keras tersebut.

"Belum ditemukan di Surabaya. Tapi kami akan waspada. Kami akan selalu melakukan pengawasan," ujar Kepala BNN Surabaya AKBP Suparti kepada detikcom, Kamis (14/9/2017).

Pengawasan akan dilakukan terhadap apotek, toko obat, dan kios-kios obat. Suparti mengatakan bahwa bukanlah tugasnya untuk melakukan tindakan bila ditemukan obat yang dimaksud. Tetapi dia akan melapor ke polisi bila memang ditemukan peredaran obat PCC.

"Kami harus melakukan pengawasan karena terbukti obat itu berbahaya. Ada korbannya di daerah lain. Jangan sampai obat itu beredar di Surabaya," kata Suparti.

Suparti belum mengetahui dengan pasti kandungan apa yang terdapat dalam obat PCC. Obat keras tersebut saat ini sedang diuji di laboratorium BNN untuk mengetahui kandungannya.

"Sedang diuji di lab. BNN. Nanti akan diketahui kandungannya apa," tandas Suparti.

Menurut Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, PCC merupakan singkatan dari paracetamol, caffeine, dan carisoprodol. Obat ini biasanya digunakan sebagai penghilang rasa sakit dan untuk obat sakit jantung. PCC tidak bisa dikonsumsi sembarangan, harus dengan izin atau resep dokter.
(iwd/fat)
FOKUS BERITA: Heboh Obat Terlarang PCC
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed