DetikNews
Kamis 14 September 2017, 14:45 WIB

Tegangnya Simulasi Pembajakan Pesawat Garuda di Bandara Juanda

Suparno - detikNews
Tegangnya Simulasi Pembajakan Pesawat Garuda di Bandara Juanda Personel elit TNI AL menyerbu pesawat yang dibajak teroris (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Seorang pria telah menyandera seorang calon penumpang perempuan di terminal keberangkatan Bandara Juanda. Dengan pistol di tangan, pria tersebut mengancam akan membunuh penumpang. Tangan kiri si pria yang merupakan teroris itu memiting leher penumpang. Sementara tangan kanannya terus mengacungkan pistol yang dibawanya.

Si pria kemudian berteriak bahwa dia akan membunuh penumpang bila beberapa temannya sesama teroris tak dibebaskan. Dia juga mengancam akan meledakkan bom yang ada di Bandara Juanda bila kemauannya takk dituruti.

Setelah negosiasi gagal. Pria tersebut akhirnya dapat dilumpuhkan dengan cara ditembak. Mengetahui temannya dilumpuhkan, teman si pria yang ada di kerumunan orang-orang yang ada di bandara menjatuhkan sebuah tas berisi bom. Lalu dia kabur.
Seorang teroris menyandera seorang calon penumpang Seorang teroris menyandera seorang calon penumpang (Foto: Suparno)

Belum sempat kabur jauh, pria yang menjatuhkan tas berisi bom itu dapat diamankan berkat bantuan anjing pelacak. Bom yang dijatuhkan akhirnya dapat dievakuasi dan dijinakkan.

Itu sekelumit simulasi penanggulangan keadaan darurat penerbangan yang digelar TNI Angkatan Laut. Simulasi digelar di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo.

Simulasi ini sempat mengagetkan para calon penumpang pesawat yang sama sekali tidak diberitahu perihal simulasi ini. Salah satunya adalah Dian (23), asal Surabaya.

"Kami sempat kaget melihat kejadian ada perempuan yang berteriak minta tolong tak kira beneran, setelah mendapatkan informasi dari petugas ternyata ini hanya simulasi," kata Dian pada detikcom di Bandara Juanda, Kamis (14/9/2017).

Dian awalnya mengira benar-benar ada kerusuhan di bandara. Karena terdengar juga suara tembakan senjata api. Ada juga petugas dengan seragam disposal mendatangi sebuah benda yang diduga bom.

"Seram lah simulasi ini, cukup meneganggkan," tegasnya Dian.

Dari terminal keberangkatan, simulasi berlanjut ke Apron. Pesawat Garuda PK ZZ baru saja landing. Ternyata pesawat tersebut sedang dibajak sekelompok teroris. Para teroris menyamar menjadi bagian dari 40 penumpang pesawat.
Teroris dapat dilumpuhkanTeroris dapat dilumpuhkan (Foto: Suparno)

Pesawat lalu diamankan. Para personel diterjunkan untuk mengakhiri drama pembajakan. Puluhan personel elit TNI AL di terjungkan dengan menggunakan dua buah helikopter Nbell HU-412 dan Heli BO-105 NV 40. Pada akhirnya personel TNI bisa meringkus pembajak, salah satunya ditembak. Para penumpang lalu diamankan dan dipindahkan ke kendaraan bus.

Komandan Puspenerbal Juanda Laksamana Pertama Manahan Simorangkir mengatakan, selama ini Bandara Juanda selalu aman. Namun latihan anti teror mutlak diperlukan.

"Bandara Juanda ini pengamanannya di tangani oleh TNI AL. Oleh karena itu kami melakukan pelatihan terhadap personie kami," kata Manahan.

Masih kata Manahan, simulasi pengamanan ini tidak menganggu rute penerbangan, meskipun sempat mengagetkan para penumpang. Dan latihan ini berstandar internasional.

"Latihan ini berstandar Internasional, kegiatan ini juga sering dilakukan personel TNI AL, contohnya latihan dengan personil negara lain seperti Australia dan Amerika Serikat," jelasnya.

Petugas menjinakkan bom Petugas menjinakkan bom (Foto: Suparno)

(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed