DetikNews
Kamis 14 September 2017, 11:30 WIB

Warga Surabaya Gelar Refleksi Perobekan Bendera Belanda

Zaenal Effendi - detikNews
Warga Surabaya Gelar Refleksi Perobekan Bendera Belanda Foto: Zainal Effendi
Surabaya - Kota Surabaya, merupakan salah satu kota bersejarah bagi kemerdekaan Indonesia. Untuk mengenang itu, diperingati kilas balik perobekan bendera merah putih biru di Hotel Yamato.

Acara kilas balik di Hotel Yamato, yang saat ini sudah berubah menjadi Hotel Majapahit dihadiri veteran, Wali Kota Tri Rismaharini serta Kapolrestabes Kombes Pol M Iqbal. Mereka mengenakan pakaian ala pejuang sehingga tercipta suasana saat dulu.

Sebelum dilaksanakan teaterikal kilas balik perobekan bendera Belanda, terlebih dulu dilaksanakan upacara bendera yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu perjuangan.

Warga Surabaya Gelar Refleksi Perobekan Bendera BelandaFoto: Istimewa

"Cik kurang ajar arek londho ngibarno merah putih biru nang bumi Suroboyo. Hei... Indonesia wes merdeka. Londho, dukno genderomu, Indonesia wes merdeka," rekaman suara disertai dentuman ledakan saat proses penyobekan bendera Belanda menjadi Merah Putih menggema di sekitar Hotel Yamato, Kamis (14/9/2017).

Para peserta dan undangan yang hadir tampak khidmat mengikuti serangkaian kilas balik yang diperankan para pemain teaterikal perobekan bendera Belanda.

Menurut Risma, refleksi perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato saat itu sebuah sejarah penting dalam mempertahankan kemerdekaan yang wajib diketahui generasi muda.


Warga Surabaya Gelar Refleksi Perobekan Bendera BelandaFoto: Zainal Effendi

Ia berharap semangat yang dimiliki leluluhur pejuang yang rela berkorban bisa terus dimiliki generasi penerus untuk tetap berjuang meski sudah merdeka.

"Anak-anak muda meraka tidak boleh menyerah, mereka harus berani berjuang untuk merebutkan kemenangananya di masa-masa akan datang," kata Risma usai kilas balik.

Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya, Hartoyik mengharapkan agar para pemuda bisa memaknai peristiwa perobekan bendera ini dengan baik dan benar, karena penuh pengorbanan serta cucuran darah dan air mata.

"Dengan peristiwa perobekan bendera ini, wujud untuk ibu pertiwi yang 350 tahun dijajah, peristiwa ini bagaikan mercusuar yang menyinari terang yang diikuti seluruh negeri ini, untuk itu saya yakin kedepan para pemuda bisa membawa negeri ini dengan profesional," ungkapnya.

Warga Surabaya Gelar Refleksi Perobekan Bendera BelandaFoto: Zainal Effendi

(bdh/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed