Jumlah Kambing Mati Misterius di Malang Bertambah

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 14 Sep 2017 11:17 WIB
Foto: Istimewa
Malang - Kambing mati misterius di Malang bertambah. Setelah 17 ekor kambing milik warga di Dusun Ketangi, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, mati, hari ini 7 ekor kambing jadi sasaran diduga serangan hewan buas.

Dari 7 ekor kambing milik Mujiyat (75) yang diserang, empat di antaranya mati dengan luka di bagian leher, perut dan kaki. Sedangkan tiga ekor kambing milik Mat Ali (80), hanya mengalami luka di leher dan kini dalam perawatan agar bisa diselamatkan.

Dua kandang milik Mujiyat serta Mat Ali jaraknya tak jauh dari kandang Ahmad Effendi, hewan ternaknya diserang pada hari pertama, Rabu (13/9/2017).

Mujiyat mengetahui hewan ternaknya mati menggenaskan, dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu Mujiyat mendatangi kandangnya dan menemukan dua ekor kambing sudah di luar kandang dalam keadaan mati.
Kambing mati misterius bertambah/Kambing mati misterius bertambah/ Foto: Istimewa

Mujiyat bergegas masuk ke dalam kandang. Di sana dua ekor kambing lainnya juga bernasib sama. Ada luka robek di bagian leher serta perut. "Semua mati karena gigitan, sama persis seperti kemarin," terang Mujiyat ditemui wartawan di lokasi, Kamis (14/9/2017).

Meski begitu, Mujiyat masih memiliki beberapa ekor kambing yang selamat dari serangan diduga hewan buas. Kondisi sama ditemukan Mat Ali, usai adzan subuh menemukan tiga ekor kambingnya terluka pada leher juga perut. Upaya memulihkan luka pada ternak Mat Ali tengah diupayakan, agar hewan tersebut bisa diselamatkan.

Kapolsek Karangploso Kompol Farid Fathoni menyatakan, ini merupakan kejadian kedua kalinya, kambing ternak warga ditemukan mati dengan luka pada leher serta perut. Seperti dugaan awal kejadian, penyebab kematian kambing dikarenakan serangan hewan buas.

"Nanti siang ada tim dari dinas peternakan daerah serta provinsi datang, mengecek langsung kondisi di lapangan. Untuk sementara diduga karena serangan hewan buas," ujar Farid terpisah.

Farid menyebut, tidak ditemukan darah berceceran di sekitar kandang ternak para korban. Pihaknya mengimbau kepada warga meningkatkan kewaspadaan, agar serangan hewan buas bisa diantisipasi. "Kandang masih dalam keadaan rapi," jelasnya. (fat/fat)