17 Kambing Milik Warga Malang Mati Misterius

Muhammad Aminuddin - detikNews
Rabu, 13 Sep 2017 13:56 WIB
17 ekor kambing milik Ahmad Effendi ditemukan mati mendadak (Foto: Muhammad Aminudin)
Kabupaten Malang - 17 kambing milik Ahmad Effendi, warga di Dusun Ketangi, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, ditemukan mati mendadak. Belum diketahui dengan pasti apa penyebab matinya kambing tersebut.

Effendi tidak mengetahui penyebab hewan ternaknya mati. Kambing-kambing itu sudah ditemukan mati dengan beberapa luka pada tubuhnya.

Effendi mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Effendi selama ini dikenal sebagai peternak kambing dengan jumlah kambing 28 ekor. Namun tidak semua kambing Effendi mati, masih ada kambing yang selamat.

Kapolsek Karangploso Kompol Farid Fathoni mengatakan, ada luka di bagian leher dan perut yang ditemukan pada kambing yang mati.
Ditemukan luka bekas gigitan dan cakaran pada tubuh kambing yang matiDitemukan luka bekas gigitan dan cakaran pada tubuh kambing yang mati (Foto: Muhammad Aminudin)
"Kambing yang, semua berjumlah 17 ekor, dan dua ekor dalam keadaan luka," ujar Farid kepada detik.com, Rabu (13/9/2017).

Farid menyebut, hasil olah TKP menemukan adanya bekas cakar serta gigitan pada tubuh kambing yang ditemukan mati. Ada dugaan kambing diserang binatang buas pada malam hari. Indikasi tersebut menguat dari sejumlah temuan di lokasi kejadian.

Bekas gigitan juga terlihat pada bagian leher kambing, perut dalam kondisi terburai, karena terkoyak oleh gigitan binatang lain.

"Ada indikasi diserang binatang buas, kami melibatkan dinas terkait mengungkap kejadian ini," tegas Farid.

Kambing-kambing yang ditemukan tewas, akhirnya dikebumikan oleh warga bersama aparat kepolisian.

"Semua sudah dikubur, masyarakat kami imbau waspada mengantisipasi terjadinya hal serupa," ujar Farid.

Luka gigitan dan cakaran ditemukann pada leher dan perutLuka gigitan dan cakaran ditemukann pada leher dan perut (Foto: Muhammad Aminudin)


Usus kambing juga terburai Usus kambing juga terburai (Foto: Muhammad Aminudin)
(iwd/iwd)