DetikNews
Rabu 13 September 2017, 10:10 WIB

Kamera Tilang Diterapkan di Surabaya, Kajari Belajar Hingga ke China

Zaenal Effendi - detikNews
Kamera Tilang Diterapkan di Surabaya, Kajari Belajar Hingga ke China Foto: Istimewa
Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan kamera tilang akan diberlakukan di Surabaya. Hanya tinggal finalisasi koordinasi dengan Pengadilan Negeri. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Didik Farkhan sebagai eksekutor akhir saat pembayaran denda tilang, berburu ilmu hingga ke negeri China untuk penerapan kamera tilang yang mulai disosialisasikan Pemkot Surabaya.

Di sela-sela acara konferensi para Jaksa Se-dunia The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International Association Of Presecutors pada 11-15 September 2017 lalu di Beijing, China Didik 'curi curi' untuk "berguru" tilang CCTV di negeri panda.

"Saya ingin membawa 'oleh-oleh' pengetahuan sistem tilang CCTV dari Beijing. Sekadar untuk pembanding penerapan tilang CCTV di Surabaya yang saat ini sedang diujicoba," kata Didik kepada detikcom, Rabu (13/9/2017).
Traffic light di Beijing China/Traffic light di Beijing China/ Foto: Istimewa

Dari kesempatannya berburu kamera tilang di jalanan China, ia melihat hampir seluruh ruas jalan di Beijing saat ini sudah terpasang CCTV canggih.

"Bentuk CCTV di Beijing hampir sama yang dipasang di Surabaya. Agak besar warna silver. Di setiap tiang khusus CCTV ada tiga kamera. Kemudian hampir di setiap traffic light saya lirik hampir semuanya terpasang CCTV. Lalu di jalan tol dalam kota juga di setiap jarak tertentu juga berdiri tiang dan terpasang kamera "pengintai" itu," ungkap dia.

Dengan banyaknya kamera tilang di jalanan China, Didik mengaku jarang melihat petugas lantas bersiaga di jalanan. "Selama berburu kamera tilang saya ditemani guide seorang mahasiswi asal Indonesia yang kuliah University Of International Business And Economics (UIBE) bernama Agris dan seorang sopir mobil sewaan bernama Mr Bai," ujar Didik.
Kendaraan di Beijing/Kendaraan di Beijing/ Foto: Istimewa

Didik mengaku kulakan banyak soal kamera tilang selama di Beijing China. Menurutnya, kamera tilang di Beijing di samping bisa mengindentifikasi nopol yang melanggar marka, lampu traffic juga bisa menghitung kecepatan kendaraan.

"Jadi Mobil yang melanggar kecepatan pasti ketahuan karena dihitung secara otomatis dari CCTV satu ke CCTV berikutnya. Pelanggaran dapat dihitung langsung berdasarkan jarak dan waktu tempuh," tambah penegak hukum kelahiran Bojonegoro ini.

Untuk potensi pelanggaran lain, lanjut Didik, yang tertangkap CCTV di Beijing adalah nopol genap dan ganjil. Bila ada pelanggaran yang terekam CCTV langsung tagihan dikirim ke alamat pemilik kendaraan yang terdaftar. Soal siapa yang mengendarai, itu urusan pemilik kendaraan.
Kajari Surabaya Didik Farkhan/Kajari Surabaya Didik Farkhan/ Foto: Istimewa

"Denda pelanggaran nopol genap ganjil cukup tinggi. Per jam melanggar dikenakan denda RMB 1.000 (Rp 2 juta). Bahkan kalau kedapatan sering melanggar nopolnya itu akan dicabut," ujar Didik menirukan ucapan sang sopir selama di Beijing.

Di Beijing, orang akan sangat rugi kalau nopol mobil dicabut. Maklum meski seseorang bisa beli mobil, untuk mendapatkan nopol harus daftar antri bertahun-tahun. Tidak seperti di Indonesia, asal bisa beli mobil langsung dapat nopol.

"Tentang tagihan denda tilang, dari penjelasan Mr. Bai tersirat ada tagihan langsung. Kalau tetap belum bayar akan ditagih saat bayar pajak kendaraan tiap satu tahun," pungkas Didik.

Di akhir perburuan tilang CCTV Didik sempat ditanya Agris, sang mahasiswi asal Jambi yang menjadi petunjuk jalan. Kenapa bapak terus mengamati tilang CCTV. Begitu saya katakan jika di Surabaya lagi ujicoba, dia kaget. "Hebat sekali Kota Surabaya," ujar Didik menirukan jawaban Agris yang sambil tanya apakah Jakarta sudah? Ia pun menjawabnya belum.

Menurutnya, urusan lalu lintas memang Surabaya sejak dulu pionernya. "Pelopornya. Inovatornya. Pemrakarsanya. Apalagi...ya? Yang jelas memang warga Surabaya beruntung punya Wali Kota Bu Risma, Kapolrestabes Pak Iqbal dan Kajari...Kang DF (Didik Farkhan)," tutupnya sambil tertawa.
(ze/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed