detikNews
Senin 11 September 2017, 12:54 WIB

Ratusan Warga Suku Tengger Gunung Bromo Gelar Ritual Nyadran

M Rofiq - detikNews
Ratusan Warga Suku Tengger Gunung Bromo Gelar Ritual Nyadran Ritual nyadran suku tengger lereng Bromo/Foto: M Rofiq
Probolinggo - Pelaksanaan ritual nyadran atau berziarah ke makam leluhur warga Suku Tengger yang bermukim di lereng Gunung Bromo, digelar seluruh umat Hindu, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Senin (11/9/2017).

Dalam ritual ini, ribuan Suku Tengger sebelum ke makam leluhur, baik kaum lelaki dan anak-anak melakukan arak-arakan menuju makam setempat dengan diiringi gamelan dan tarian reog ala Suku Tengger.

Sambil membawa aneka sesaji, seperti bunga serta kue, warga masuk ke area pemakaman. Sesaji kue dan bunga menggambarkan sedekah anak cucu kepada leluhurnya. Sebelum ritual Nyadran atau Nyekar dimulai, saat dukun setempat terlebih dulu memberi ceramah agama. Ceramah itu berisi warga Suku Tengger harus selalu ingat leluhur, karena warga Tengger berasal dari leluhurnya.

Uniknya, makam desa tersebut tak hanya ditempati warga beragama Hindu, melainkan warga Muslim. Warga suku Tengger sangat menghormati agama satu dengan yang lain, namun hanya satu adat yaitu adat Suku Tengger. Seperti acara ritual warga Tengger lainnya, Nyandran ini pun tak luput dari perhatian para wisatawan, baik lokal maupun wisatawan Mancanegara.

Yulius Christian, Camat Sukapura mencontohkan kebhinekaan sesungguhnya ada di lereng Gunung Bromo. Suku Tengger dengan bermacam agama bisa hidup rukun berdampingan dan tidak melupakan adat.

"Di sini lereng Gunung Bromo ini, bersatu antara umat beragama, Hindu dan Muslim. Ini menunjukkan suatu kebhinekaan banga Indonesia. Di sini hidup rukun, tidak saling membedakan. Kali ini digelar ritual Nyadran atau nyekar ke makam para leluhurnya yang diikuti ribuan warga Suku Tengger," tutur Camat Yulius, saat ditemui di lokasi ritual Nyadran.

Setelah semua makam sudah diberi aneka sesaji dan bunga, dukun desa setempat membacakan doa-doa menggunakan bahasa Suku Tengger. Nyadran atau memberi sedekah leluhur, merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit, tujuan dari Nyadran adalah menghormati arwah leluhur dengan cara memberi sedekah berupa sesaji dan bunga di makam leluhur.

Nyandran diikuti 4 desa. Yakni Desa Ngadisari, Desa Ngadas, Desa Jetak dan Desa Wonotoro. Selama Nyadran, warga tidak banyak bicara satu dengan yang lain, semua dipercayakan ke pemerintah setempat.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com