Sebaliknya, warga Genengan, Kecamatan Kawedanan menduga jika yang membawa motor yang kondisinya sudah hancur setelah kecelakaan adalah polisi. Peristiwa menggegerkan itu terjadi pada Jumat (1/9).`
"Saya kaget lihat monumen kok tidak ada motornya, padahal Kamis sore masih ada. Saya kira dibawa petugas kepolisian," kata Gofur (26), penjual jambu kepada wartawan di lokasi, Jumat (8/9/2017).
Pedagang yang lokasi jualannya di dekat monumen itu mengaku melihat raibnya motor display saat menggelar dagangannya sekitar Pk 07.00 Wib, pada Jumat (1/9) pagi.
"Tiga sepeda motor yang sebelumnya di atas monumen tidak ada," kata dia.
Monumen warna biru di simpang tiga di Desa Genengan, Kawedanan, Magetan, memang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Upaya menekan kecelakaan ditempuh dengan membangun monumen. Tiga motor dalam kondisi rusak parah nangkring di atas monumen tersebut. Harapannya agar pengendara motor yang melintas perlu waspada.
Namun, betapa terkejutnya. Polisi yang sedang patroli melihat tiga motor yang sudah menjadi rongsokan itu telah raib. Namun, saat diperiksa satu motor Suzuki RC Jet Cooled tergeletak di selokan, di belakang monumen. (ugik/ugik)











































