detikNews
Jumat 08 September 2017, 08:47 WIB

Ini Karya Miniatur Warga Kediri dari Pohon Bambu

Andhika Dwi - detikNews
Ini Karya Miniatur Warga Kediri dari Pohon Bambu Foto: Andhika Dwi
Kediri - Memanfaatkan bambu tak terpakai, Winarso (31) warga Dusun Plosorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, meraup untung jutaan rupiah. Pria 31 tahun ini mengubah bambu yang terbuang menjadi karya seni yang apik. Keren!

Mulai dari miniatur alat transportasi hingga bangunan ikon kota Kediri, dibuat dari tangan terampil Winarso. Antara lain kereta api, kapal phinisi, hingga bangunan Simpang Lima Gumul secara detail dan persis dengan aslinya tercipta dari kreasi tangan dinginnya.

Ide awal Winarso muncul saat dirinya sering melihat bambu tak terpakai tergeletak di halaman belakang rumahnya.

"Awalnya dulu saya sering melihat bambu tidak terpakai di belakang rumah, dari situ saya coba-coba membuat kreasi barang seni, bangunan maupun bangunan," ucap Winarso saat ditemui detikcom di rumahnya, Jumat (8/9/2017).

Secara otodidak, Winarso belajar membuat dan menciptakan barang seni itu. Dia mengaku belajar dari internet ataupun melihat sendiri saat pergi ke suatu tempat.
Miniatur dari pohon bambu/Miniatur dari pohon bambu/ Foto: Andhika Dwi

Usaha dari pria kelahiran 31 tahun silam ini bukan tanpa kendala. Winarso mengaku sempat terpuruk dan memilih beralih profesi. Namun kini ia mampu bangkit dan kembali meneruskan usaha berkat dorongan semangat dari kedua sahabatnya.

"Saya sempat alami kendala modal usaha ini, tapi semangat sahabat membuat saya kembali bangkit," imbuh Winarso.

Sementara untuk bahan baku, Winarso menggunakan bambu Ori dan Apus. Bambu-bambu tersebut diambil secara gratis di belakang rumahnya. Untuk proses awal dia memilih bambu yang masih berkualitas lalu diolahnya dan dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Kemudian bambu disusun menjadi miniatur.

Untuk tahap akhir, bambu dihaluskan kemudian dipernis. Pernis dipilih Winarso untuk mempertahankan tekstur bambu agar tetap terlihat detail.

Kendati masih dari dalam negeri, namun karyanya mulai banyak diminati. Tawaran mulai mampir melalui media sosialnya yang menjadi satu satunya sarana pemasaran saat ini. Untuk hasil karyanya ia mematok harga mulai dari Rp 350 hingga lebih dari Rp 1 juta, tergantung kerumitan dan ukuran dari miniatur yang dibuat.

"Semakin rumit dan sulit, bagi saya menjadi tantangan tersendiri untuk menyelesaikan hasil karya itu," tambah pria yang juga akrab dipanggil Gasho.

Saat ini karyanya hanya menghasilkan monumen Simpang Lima Gumul. Rencananya, Winarso akan membuat miniatur dari 7 keajaiban dunia. Salah satunya Candi Borobudur.

"Semakin rumit miniatur itu menjadi tantangan bagi saya. Semakin bersemangat," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed