Usut punya usut, rupanya bel yang biasa digunakan memberi tanda ke siswa saat masuk jam pelajaran, istirahat dan pulang sekolah, dicuri. Bukan hanya bel sekolah, komplotan pencuri juga menggondol barang-barang elektronik yang ada di sekolah ini. Di antaranya 3 Laptop dan satu TV layar datar berukuran 32 in. Diperkirakan, kawanan maling lebih dari 2 orang.
Kapolsek Pucuk AKP Siswoyo mengatakan, kejadian ini pertama kali diketahui penjaga sekolah, Sariman. Seperti biasa dia bertugas membuka semua pintu ruangan untuk bersih-bersih.
Saat sampai di ruangan kepala sekolah, Sariman kaget karena ruangan tersebut dalam kondisi acak-acakan. Padahal, semua kunci ruang di sekolah tersebut masih ia pegang.
Selain itu, ventilasi di ruangan kepala sekolah juga rusak. Setelah diteliti, ternyata ada beberapa barang di dalam ruangan yang sudah raib.
"Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Kepala Sekolah SDN Waru Wetan, Suprapto dan dilanjutkan ke Polsek Pucuk," kata Kapolsek Siswoyo kepada wartawan di lokasi, Kamis (7/8/2017).
Dari hasil olah TKP, lanjut Siswoyo, pelaku diduga masuk dari belakang gedung sekolah dengan memotong kawat duri di atas pagar tembok sekolah, kemudian masuk ke ruang kepala sekolah dengan merusak lubang ventilasi.
"Berdasarkan penjelasan pihak sekolah, ada tiga Laptop, TV dan bel sekolah yang hilang. Kerugian sekitar Rp 20 juta," ungkapnya.
Aksi kawanan pencuri ini sempat membuat Kepala SDN Waru Wetan bingung. Dia tak bisa memberi kode ke siswa tanda masuk jam pelajaran. Sang kepala sekolah lantas meminta para guru menggiring siswa ke kelas masing-masing. (fat/fat)











































