DetikNews
Rabu 06 September 2017, 17:07 WIB

Krisis Air Bersih, PDAM Ajukan Rp 428 Miliar ke Pemerintah Pusat

Muhammad Aminudin - detikNews
Krisis Air Bersih, PDAM Ajukan Rp 428 Miliar ke Pemerintah Pusat Foto: Muhammad Aminudin/File
Malang - Darurat air bersih kini sudah mengancam Kota Malang, khususnya bagi semua pelanggan PDAM. Belum ada kesepakatan antara Pemkab dan Pemkot Malang soal pemanfaatan sumber air Wendit, serta ancaman pemutusan bakal berdampak serius.

Mau tidak mau, PDAM harus merencanakan strategi, jika nantinya tidak diperbolehkan lagi memanfaatkan sumber air Wendit, karena tak ada kesepakatan.

Direktur PDAM Kota Malang Jemianto mengaku, sebenarnya telah ada sumber air Merjosari yang memiliki potensi 180 liter per detiknya. Namun, sumber air tersebut hanya akan mampu melayani kurang lebih 28 ribu pelanggan saja.

"Merjosari hanya mampu 180 liter per detik saja, jika dihitung hanya untuk sekitar 28 ribu pelanggan," ungkap Jemianto kepada wartawan di Balai Kota Malang Jalan Tugu, Rabu (6/9/2017).

Padahal saat ini, PDAM Kota Malang telah memiliki sebanyak 154.882 pelanggan. Dikatakan, pihaknya telah mengusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendapatkan dukungan dana water treatment, untuk menyokong kebutuhan air baku di wilayah Kota Malang.

"Kita usulkan sebesar Rp 428 miliar untuk water treatment air baku kepada Kementerian PU. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa action," jelasnya.

Jika infrastruktur ini, kata dia, sudah berjalan. Maka kebutuhan air baku di Kota Malang akan teratasi, tanpa bergantung dengan Wendit.

Jemianto menambahkan, terkait harga yang kini diberlakukan kepada pelanggan yakni rata-rata Rp 4 ribu per meter kubiknya, sangat ideal. Karena biaya pengeloaan yang dikeluarkan PDAM sebesar Rp 3800, dan marjin hanya Rp 200.

"Bila harga air baku dinaikkan, andai Rp 1000, otomatis biaya produksi akan bertambah dan pastinya pelanggan akan terbebani. Disisi lain, kita tidak boleh menaikkan harga," ujarnya.

Begitu juga dengan usulan Rp 120 per meter kubik yang dilayangkan Pemkot Malang kepada Pemkab Malang sebagai pemilik wilayah sumber air Wendit, akan menggerus marjin yang selama ini dimiliki oleh PDAM. "Kalau Rp 120, marjin juga akan tergerus," tegasnya.

Soal kebutuhan air baku, DPRD Kota Malang mendesak Pemkot untuk segera bisa mengatasi. Selama ini, Kota Malang bergantung besar terhadap sumber mata air di wilayah tetangga, yakni Kabupaten Malang serta Kota Batu.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed