Korban adalah Imam Subekti (25) warga Jegles, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Jenazah Imam ditemukan di lereng Gunung Kelud, Selasa (05/9/2017) sore. Saat ditemukan, identitas Imam belum diketahui.
Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya mengetahui jika Imam tewas setelah dikeroyok 10 temannya sesama anak jalanan. Para tersangka ini sebagian besar masih di bawah umur.
Mereka adalah FF (16), pelajar kelas 2 SMK asal Kota Kediri; RF (15) pelajar kelas 1 SMK asal Ngadiluwih Kabupaten Kediri; DA (18), asal Kota Kediri; AND (17), asal Kota Kediri; Beril (20), asal Ngadiluwih Kabupaten Kediri; VV (13), asal Kota Kediri; KEN asal Kota Kediri; GH(17), asal Kota Kediri; RS (18), asal Kota Kediri; dan AN(15), pelajar asal Kota Kediri.
Lokasi pembunuhan (Foto: Imam Wahyudiyanta) |
Dua di antara sembilan pelaku dibawa ke lokasi pembunuhan yaitu di bangunan ruko Pasar Grosir, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri yang mangkrak. Mereka dikeler petugas untuk menunjukkan barang bukti yang tertinggal di lokasi.
Di lokasi, polisi menemukan sebuah onderdil sepeda angin berupa gir, botol bekas air mineral, dan batu yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi korban.
"Mohon waktu kami masih melakukan serangkaian penyelidikan," ujar Kapolsek Kediri Kota Kompol Sucipto di lokasi kejadian, Rabu (6/9/2017).
Lestari, pemilik warung kopi di sekitar lokasi sempat mengetahui jika korban menjadi sasaran amuk temannya sendiri. Tetapi dia tidak menyangka jika korban bakalan tewas.
"Kejadiannya Jumat (25/8/2017). Sekitar pukul 02.30 WIB ada seorang pemuda bernama Moza datang ke warung bertanya tentang rumah sakit yang masih buka," kata Lestari.
Saat ditanya, pemuda itu mengatakan bahwa dia dan teman-temannya baru saja mengeroyok seseorang dan korbannya luka parah. Bahkan Lestari ditunjukkan foto korban. Lestari akhirnya melihat sendiri korban yang tak jauh dari situ.
"Kondisinya sudah luka parah di bagian wajahnya," ucap perempuan 34 tahun itu.
Lestari melihat korban berada di semak-semak di belakang bangunan ruko kosong setengah jadi. Kondisinya luka parah, tetapi masih hidup. Di sekeliling korban ada sejumlah anak jalanan. Jumlahnya kurang lebih 20 orang. Satu diantaranya gadis perempuan.
Lestari menyarankan korban dibawa ke rumah sakit. Setelah mendapat saran, pelaku kemudian mengangkat korban. Setelah itu mereka pergi. Lestari pun tidak mengira, apabila korban akhirnya tewas dan jenasahnya dibuang di hutan Gunung Kelud.
Kini polisi masih mengejar 3 orang anak jalanan lainnya yang identitasnya telah dikantongi polisi karena ketiganya juga ikut serta melakukan penganiayaan. (iwd/iwd)












































Lokasi pembunuhan (Foto: Imam Wahyudiyanta)