Penghargaan itu diterima Kelurahan Margorejo di Balai Kota Surabaya, Minggu (3/9/2017). "Alhamdulilah ya bisa menang. Ini semua berkat kesadaran dan kepedulian warga Margorejo akan lingkungan," kata Lurah Margorejo Noervita Amin kepada wartawan di lokasi.
Penghargaan ini, lanjut Vita, tak hanya untuk warga yang aktif mengikuti lomba, tapi untuk seluruh warga Kelurahan Margorejo. Pasalnya, semua elemen masyarakat turut andil menjaga kebersihan dan melakukan penghijauan di lingkungannya.
"Warga yang nggak ikut lomba juga membantu dengan cara memberikan pot dan juga ada yang menyumbangkan dana untuk kegiatan ini," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Vita juga berbagi kunci sukses mencapai penghargaan ini. Salah satunya gencar melakukan sosialisasi 3M dan memilah sampah basah dan kering kepada warganya. Mural-mural berisi sosialisasi dipasang di dinding setiap rumah warga.
Selain itu, penghijauan yang dilakukan warga di Kelurahan Margorejo lebih banyak menggunakan tanaman cabai. Menurut dia, cabai dan olahannya kini menjadi komoditas unggulan di Margorejo.
"Itu nanti kata Bu Wali (Cabai dan olahannya) dimasukkan ke dalam produk unggulan yang akan dipamerkan kepada tamu-tamu luar negeri," terangnya.
Vita berharap, kesuksesan yang diraih Kelurahan Margorejo dalam menjaga kebersihan dan penghijauan lingkungan tak berhenti sampai di sini. Dia meminta warganya tetap konsisten menjaga kebersihan lingkungan di wilayahnya.
"Saya berharap masyarakat Margorejo bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk menggalakkan kebersihan dan penghijauan," tandasnya. (fat/fat)











































