211 Pelanggar Lalu Lintas di Perempatan Nginden Terekam CCTV

Rois Jajeli - detikNews
Sabtu, 02 Sep 2017 12:42 WIB
Foto: Istimewa
Surabaya - Dinas Perhubungan dan Satlantas Polrestabes Surabaya memantau pelanggaran pengendara kendaraan bermotor melalui kamera CCTV. Dari satu titik persimpangan jalan, ditemukan 211 pelanggaran lalu lintas.

"Ada 211 pelanggaran yang terpantau dari kamera CCTV," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surabaya Rubben Rico, Sabtu (2/9/2017).

Rubben menerangkan, data rekaman 211 pelanggaran lalu lintas yang terpantau dari kamera CCTV mulai dari Jumat (1/9/2017) pukul 18.00 wib hingga Sabtu (2/9/2017) pukul 06.00 wib, di persimpangan Jalan Bratang Jaya-Nginden Semolo-Raya Nginden-Raya Manyar.

Dari 211 pelanggaran, terbanyak adalah pelanggaran lampu merah sebanyak 195 kasus. 14 pelanggaran stop line. 2 Pelanggaran pindah jalur marka solid. Jika dibandingkan dengan record data sehari sebelumnya (mulai pukul 18.00 wib sampai 06.00 wib) di lokasi persimpangan jalan yang sama, ditemukan 227 pelanggaran.

Dari 227 pelanggaran, 172 adalah pelanggaran lampu merah. 54 Pelanggaran stop line, dan 1 pelanggaran pindah jalur marka solid.

"Pelanggaran dibandingkan sebelumnya, jumlahnya hampir sama. Dan pelanggarannya masih didominasi pelanggaran lampu merah," tuturnya.

Dari data pelanggaran yang terekam CCTV dan didata oleh petugas Dishub Kota Surabaya, langsung dilaporkan ke Satlantas Polrestabes Surabaya. Pelaporannya juga sudah terkoneksi online antara dishub dengan satlantas.

"Kita analisa datanya, nanti kita kirimkan surat ke pemilik kendaraan yang terekam kamera CCTV," kata Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Siregar.

Pengawasan pelanggaran lalu lintas melaui rekaman CCTV ini masih berjalan per September 2017. Selama masa sosialisasi ini, kepolisian masih terus berkoordinasi dengan instansi lainnya seperti dari Kejari Surabaya dan Pengadilan Negeri Surabaya.

"Kita akan kirimkan surat pemberitahuan semacam surat teguran bahwa, pada jam sekian, detik sekian melakukan pelanggaran lalu lintas dengan bukti capture foto dari CCTV," ujarnya.

Format surat pemberitahuan tersebut juga masih terus digodok dengan melibatkan berbagai intansi tersebut. "Karena ini komprehensif, dan masih kita diskusikan dengan kejaksaan, pengadilan negeri, agar hasilnya nanti baik," tandasnya. (roi/fat)