Kamera Tilang Disosialisasikan September, Bulan Oktober Penerapan

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Kamis, 31 Agu 2017 14:58 WIB
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Program penilangan menggunakan CCTV terus dimatangkan. Selama September, program tersebut akan disosialisasikan. Dan pada Oktober program ini ditargetkan sudah bisa diterapkan.

"Program ini akan kami segerakan. Sosialisasi selama satu bulan selama September," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal kepada wartawan seusai Focus Grup Discussion Penindakan Pelanggaran Lalu lintas Dengan Bukti Rekaman Elektronik di Polrestabes Surabaya, Kamis (31/8/2017).

Iqbal mengatakan, ada satu titik yang menjadi uji coba dari program ini yakni Perempatan Bratang. Dari satu titik ini saja, terdata ada 540 pelanggaran dalam waktu sehari yang telah dibuat pengguna jalan. Dua titik lain akan ditambahkan pada September ini. Dua titik ini ada di Perempatan Pucang Anom dan Perempatan Prof Dr Moestopo

"Pada September, kami akan mendatangi pelanggar untuk mengirim surat pemberitahuan. Kepada pelanggar kami katakan bahwa kendaraan dengan nopol ini dan pemilik ini telah melanggar pada hari ini di jam ini," kata Iqbal.

Selama September atau di masa sosialiasi, polisi hanya mengirim surat pemberitahuan saja. Belum ada surat tilang. Tetapi pada bulan Oktober, polisi akan melakukan penilangan kepala pelanggar yang tersorot kamera pengawas/cctv.

"Pada Oktober, tidak ada lagi sosialisasi. Kami akan melakukan penegakan hukum dengan melakukan tilang," lanjut Iqbal.

Pada program ini memang terdapat sejumlah hambatan seperti belum tentu pemilik kendaraan yang melakukan pelanggaran. Untuk kasus ini, polisi akan terus menguber siapa yang melakukan pelanggaran.

"Dalam undang-undangnya kan disebutkan barang siapa, berarti yang menggunakan yang kena tilang meski yang digunakan bukan kendaraannya. Untuk hambatan tersebut akan terus kami diskusikan," terang Iqbal.

Program ini, kata Iqbal, merupakan program Pemkot Surabaya yang bersinergi dengan instansi lain seperti kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. Iqbal berharap adanya program ini bisa menjadi batu loncatan untuk program inovasi lain yang lebih canggih seperti auto debet bila terkena tilang.

"Untuk siapa sih program ini. Untuk pelanggar sendiri. Kami menyelamatakan jiwa pelanggar. Kami melakukan pembinaan agar pengguna jalan bisa lebih tertib," tandas Iqbal. (iwd/bdh)