Light Pipe Daur Ulang, Solusi Murah Penerang Rumah

Michelle Alda - detikNews
Selasa, 29 Agu 2017 17:37 WIB
Light pipe, solusi pencahayaan di permukiman padat (Foto: Michelle Alda)
Surabaya - Light pipe (pipa cahaya) merupakan salah satu solusi untuk pencahayaan alami di permukiman padat atau tempat yang sulit mendapatkan cahaya matahari. Untuk membeli light pipe, seseorang harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah.

Tapi, mahasiswa Arsitektur Universitas Kristen Petra ini punya solusi untuk membuat light pipe dengan harga yang sangat terjangkau. Inovasi light pipe daur ulang itu mendapatkan hibah dari Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada awal Juni yang lalu.

Dengan judul "Light Pipe Daur Ulang: Solusi Ekonomis Pencahayaan Alami untuk Pemukiman Padat, ide inovasi yang dikerjakan oleh Elisabeth Kathryn, Chefania, Samantha Isabela Ongkowijoyo, dan Andrew Laksmana ini berhasil mendapatkan hibah sebesar 8,5 juta rupiah.

Light pipe adalah alat yang berguna untuk meneruskan cahaya matahari ke dalam bangunan di lahan yang padat. "Pemukiman yang berhimpit satu sama lain membuat pencahayaan alami sulit untuk masuk rumah, karena itu light pipe merupakan salah satu alternatif pencahayan alami untuk rumah warga yang tidak mendapatkan pencahayaan alami," terang Ketua Pelaksana Kegiatan, Elisabeth, saat menyimulasikan light pipe di lounge UK Petra, Selasa (29/8/2017).

Light pipe daur ulang digagas oleh 4 mahasiswa UK PetraLight pipe daur ulang digagas oleh 4 mahasiswa UK Petra (Foto: Michelle Alda)
Elisabeth menjelaskan bahwa bahan yang digunakan untuk membuat light pipe sangat mudah didapatkan dan dikerjakan. Cukup dengan mangkuk kaca sebagai receiver matahari, kaleng bekas kemasan biskuit, dan kaca yang dilapisi stiker buram sebagai diffuser cahaya.

"Kami menggunakan kaleng bekas karena memiliki sifat metal yang kuat dan tahan lama, serta memiliki permukaan dalam yang reflektif, sehingga dapat memantulkan cahaya" ujar Alumnus Teknik Arsitektur UK Petra itu.

Perekat antar kaleng menggunakan lem epoxy, sedangkan perekat mangkuk dan kaca menggunakan silicon sealant. Selain itu, alat yang dibutuhkan adalah pemotong tutup kaleng. Kaleng bekas yang digunakan adalah kaleng standard berdiameter 15 cm dan jumlahnya tergantung dari jarak tinggi antara plafon dengan atapnya.

"Ukuran kalengnya disesuaikan saja sama plafonnya, semakin besar diameternya semakin bagus pencahayaannya," kata Elisabeth.

Biaya produksi light pipe ini pun juga terjangkau. "Biaya produksinya murah, cukup dengan Rp.25.000 sudah bisa bikin light pipe," ujar Elisabeth.

Tak hanya mudah dibuat dan memiliki harga terjangkau, proses perawatan light pipe ini pun cukup mudah. "Untuk perawatan cukup membersihkan mangkuk kacanya dan diffusernya tiap 1 tahun sekali dan mengontrol kondisi perekatnya. Untuk kaleng dilapisi dengan cat waterproof supaya lebih tahan lama," pungkas Elisabeth.

cahaya light pipe didapatkan dari sinar mataharicahaya light pipe didapatkan dari sinar matahari (Foto: Michelle Alda)
(iwd/iwd)