Berdalih Bisa Lariskan Dagangan, Dukun Palsu Ini Cabuli Korbannya

Michelle Alda - detikNews
Senin, 28 Agu 2017 13:50 WIB
Foto: Michelle Alda
Surabaya - Berdalih bisa melariskan dagangan, seorang dukun palsu memperdaya seorang janda dan wanita yang memiliki warung. Bahkan pelaku, bernama Suhadak ini mencabuli korban-korbannya.

Aksi bejat pria usia 62 tahun itu akhirnya berakhir setelah korbannya berinisial ARS (33) melaporkan ke Polsek Pakal. Pria asal Lamongan itu tak berkutik manakala dijemput polisi saat melancarkan aksinya.

Peristiwa bermula saat korban yang membuka warung kopi di rumahnya, Pondok Benowo Indah, ingin dagangannya laris. Pelaku yang sedang mengincar korban lantas memberikan bantuan.

"Pelaku mengaku bisa bikin warung-warung yang sepi jadi ramai. Sasaran korban pelaku adalah ibu-ibu yang suaminya tidak ada di rumah dan janda yang punya usaha warung," ujar Kapolsek Pakal Kompol I Gede Suartika kepada wartawan di kantornya, Senin (28/8/2017).

Kapolsek menjelaskan aksi pelaku yang sudah memiliki dua cucu ini sudah dilancarkan sejak 2013. Rupanya, setelah diperiksa, korbannya sudah 3 orang. Yakni, ARS (33), RR (42) dan UHS (51). "Ini baru terungkap tiga, bisa lebih ini," ujarnya.

Syarat yang diberikan, jelas kapolsek, membeli beras ketan putih dan garam. Setelah itu pelaku menabur beras ketan putih dan garam ke rumah korban. Saat di belakang rumah korban, pelaku mengaku rumah tersebut ada penunggunya dan untuk mengusirnya harus menggunakan air mani ARS dengan cara berhubungan badan dengannya.

Mendengar syarat yang aneh itu, ARS menolak disetubuhi. Karena nafsu bejatnya ingin tercapai, pelaku berdalih harus mencabut rambut kelamin ARS. ARS menyetujui opsi kedua dan menyuruh pelaku ke warung.

Saat pelaku pergi ke warung itulah, korban menghubungi temannya agar segera menangkap pelaku. "Pelaku hanya bisa pasrah saat dibawa polisi. Dan korban selamat dari aksi bejat pelaku," tambah kapolsek.

Rupanya tak hanya mencabuli korban-korbannya, pelaku juga menjadi dukun jadi-jadian dan menipu korbannya dengan meminta sejumlah uang. "Paling sedikit saya dibayar Rp 50 ribu dan paling besar Rp 3 juta," ujar pelaku kepada wartawan.

Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya. Sebab pelaku dikenakan pasal 378 dan 281 KUHP tentang penipuan dan perbuatan cabul. (fat/fat)