DetikNews
Senin 28 Agustus 2017, 08:32 WIB

Satu Korban Kecelakaan di Karangploso Masih Dirawat di RSSA

Rois Jajeli - detikNews
Satu Korban Kecelakaan di Karangploso Masih Dirawat di RSSA Foto: Istimewa
Surabaya - Kecelakaan maut di Karangploso, Kabupaten Malang, mengakibatkan 16 korban. Dari 16 korban, 4 di antaranya meninggal dunia. Dan masih ada 1 korban lagi yang dirawat di ICU Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang.

"Saya nggak tega melihatnya. Kita doakan semoga cepat diberikan kesembuhan," kata Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur M Evert Yulianto, Minggu (27/8/2017) sore.

Korban yang dirawat di ruang ICU adalah Agus Supriyanto (41) warga Kendalsari, Karangploso, Malang. Ia mengalami pendarahan di bagian perut. Selain itu, kondisi pernafasan korban juga terganggu. Agus merupakan menjadi korban kecelakaan bersama istrinya (Winarti). Istrinya, adalah salah satu dari 4 korban yang meninggal dunia.

Baca Juga: Sopir Truk Penyebab Kecelakaan di Karangploso Jadi Tersangka

Kedatangan M.Evert ingin memberikan support bagi korban dan keluarganya. Kepala perusahaan asuransi milik negara (Jasa Raharja) cabang Jatim ini, juga ingin memberikan kepastian kepada keluarga korban, untuk tidak bingung memikirkan biaya pengobatan dan perawatan. Karena sudah ada surat garansi dari Jasa Raharja.

Pihak rumah sakit nanti akan menagih biaya pengobatan dan perawatannya ke pihak Jasa Raharja. Untuk biaya perawatan maksimal Rp 20 juta. Jika mengalami cacat, akan mendapat haknya sebesar Rp 50 juta. Sedangkan korban meninggal dunia mendapat santunan sebesar Rp 50 juta

"Kita ingin memberikan kepastian bahwa biaya perawatan ditanggung oleh Jasa Raharja. Ini salah satu bentuk perhatian negara. BUMN hadir untuk mewujudkan negara hadir di tengah masyarakatnya," tuturnya.

Pada Jumat (26/8/2017) truk muat crane nopol N 9065 UA melaju dari Jalan Kertanegara, Karangploso, (dari arah Batu) ke arah barat (Surabaya). Truk melaju dengan kecepatan sedang. Tiba di jalan depan Ruko Kertanegara, Karangploso, truk yang dikemudikan Iwan (28) ini mengalami rem blong.

Karena tidak bisa menguasai kemudi kendaraannya, truk tersebut menabrak beberapa kendaraan yakni mobil penumpang angkutan umum (MPU), Isuzu Panther, sekitar 10 sepeda motor. Akibatnya, 16 orang menjadi korban kecelakaan tersebut. Dari 16 korban, yang meninggal dunia 4 orang. Yang 12 dirawat di rumah sakut dan puskesmas.

Dari 12 korban luka, kemarin, Minggu (27/8) Kacab Jasa Raharja menjenguk 4 korban luka lainnya yang di RSU Prasetya Husada, Karangploso, Malang. Dari 4 korban tersebut, 2 di antaranya patah tulang di bagian kakinya.

Di depan korban dan keluarganya, Evert mengaku bahwa semua biaya perawatan ditanggung Jasa Raharja hingga maksimal Rp 20 juta. Jika biaya pengobatan rawat jalannya melebihi dari plafon yang sudah ditetapkan, korban yang memiliki kartu BPJS Kesehatan, akan ditanggung BPJS.

"Jika melebihi dari Rp 20 juta, nanti bisa ditanggung oleh BPJS," jelasnya.

Sementara korban yang meninggal dunia, ahli warisnya juga sudah mendapatkan santunan masing-masing korban sebesar Rp 50 juta. "Kejadiannya Jumat. Sabtunya, sudah kita bayarkan santunan ke ahli waris. Kita komitmen pelayanan Nol Hari (kurang dari 1x24 jam), sebagai wujud BUMN hadir untuk negeri," jelasnya.
(roi/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed