Kepala Dinas PKPLH Trenggalek Agung Sujatmiko mengatakan, salah satu proyek yang dinilai bermasalah adalah pembangunan saluran di Desa Jajar Kecamatan Gandusari.
"Secara Spesifikasi teknis ada yang kurang pas, misalnya ketinggian juga ada yang kurang. Campuran juga demikian," katanya saat melakukan sidak proyek infrastruktur, Minggu (27/8/2017).
Dijelaskan Agung, dalam pembangunan saluran air tersebut, pihaknya sempat melakukan pengukuran dan meminta pekerja untuk menggali di beberapa bagian pekerjaan, hasilnya bagian bawah plensengan diketahui tidak dilengkapi dengan pondasi, namun hanya berupa tumpukan batu tanpa adonan.
"Jadinya saluran itu menggantung, selain itu yang aneh adalah pembangunan tidak dilakukan secara keseluruhan dari bawah ke atas, namun justru lebih didahulukan tembok saluran, sedangkan lantainya tidak," ujarnya saat memeriksa hasil pekerjaan CV Jaya Bersama di Desa Jajar.
Menurutnya, sidak infrastruktur tersebut penting dilakukan, untuk memantau hasil pembangunan yang dilakukan pemerintah agar berjalan maksimal dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik.
"Kalau kualitasnya buruk maka yang dirugikan banyak pihak, pemerintah dan juga masyarakat, karena seharusnya bangunan bisa tahan sampai dengan lima atau 10 tahun, tapi dua tahun sudah rusak," jelasnya.
Sementara itu Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengakui buruknya kualitas pekerjaan tersebut, pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan teguran keras kepada penanggungjawab pekerjaan.
"Akan kami cermati dokumen teknisnya segera, sampai ditentukan apakah ini memang benar tidak menenuhi spesifikasi teknis dan kalau iya, kami minta dibongkar. Nah selama proses menunggu itu kami juga minta pekerjaan disetop dulu," ujarnya.
Pihaknya mengaku apabila kontraktor tidak mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan, maka pemerintah mengancam tidak akan membayar pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Menurutnya, informasi buruknya pekerjaan pembangunan tesebut disampaikan warga melalui pesan di media sosial yang dilengkapi dengan foto pekerjaan kontraktor. "Itu masih sampling, informasi yang ada kami akan sikapi dengan serius," imbuhnya.
orang nomor satu di Pemkab Trenggalek ini juga menyoroti kinerja para pengwas pekerjaan dalam proyek pembangunan infrastruktur pemerintah. "Pengawas yang ada juga tengah kami kaji, efektif atau tidak, benar apa tidak dia turun ke lapangan, atau maaf, jangan-jangan pinjam bendera atau apa," imbuhnya. (iwd/iwd)










































