detikNews
Jumat 25 Agustus 2017, 12:18 WIB

Kotoran Sapi Dimanfaatkan jadi Bahan Baku Kertas

Eko Sudjarwo - detikNews
Kotoran Sapi Dimanfaatkan jadi Bahan Baku Kertas Kreasi mahasiswa memanfaatkan kotoran sapi/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Limbah kotoran sapi yang dibuang sembarangan bisa menjadi sumber inspirasi. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang KKN di Lamongan ini, membuat kotoran sapi menjadi bahan baku kertas karton.

Ketua Tim Mahasiswa UMM Divisi Kesehatan dan Lingkungan Hidup di Desa Ngasemlemahbang, Kecamatan Ngimbang, Dedy Pranoto mengatakan limbah kotoran sapi yang terbuang percuma di sepanjang jalan ataupun setiap sudut di Desa Ngasemlemahbang, dijadikan nilai jual untuk meningkatkan perekonomian warga.

"Kami kemudian mempunyai ide untuk memanfaatkan kotoran sapi tersebut menjadi bahan baku kertas karton," kata Dedy yang juga mengaku kreasi ini juga mereka ajarkan ke warga desa Ngasemlemahbang, Jumat (25/8/2017).

Dedy mengaku proses pembuatan kertas karton dari kotoran sapi dimulai dengan menyaring dan mencuci kotoran sapi menggunakan desinfektan. "Lalu kotoran yang sudah disaring dan dicuci tadi direbus menggunakan NaOH," terang Dedy yanga mengaku perebusan dengan cairan NaOH ini dilakukan agar serat lebih lunak.

Setelah semua proses penyaringan, pencucian dan perebusan dilakukan, terang Dedy, ditambahkan tepung tapioka atau tepung kanji yang mudah didapat sebagai bahan perekat. "Seluruh bahan baku lantas diblender menjadi satu untuk menghasilkan adonan yang lebih sempurna," tutur Dedy.

Menurut Dedy, hasil kertas karton dari kotoran sapi tersebut dibuat menjadi berbagai macam produk. Seperti, kotak tisu, pigura, kotak pensil, cover buku, vas bunga serta bentuk lainnya. Sebenarnya, lanjut Dedy, karya kreatif tersebut memiliki dua manfaat, yakni nilai ekonomi dan penanggulangan limbah kotoran sapi.

"Karya inovatif ini dapat meningkatkan taraf ekonomi warga karena kotak tisu, pigura, kotak pensil, cover buku, vas bunga tersebut dapat dijual ke daerah lain atau minimal dijual di sekitar desa," ungkap Dedy yang mengaku akan tetap memantau dan melakukan pembimbingan terhadap warga Dwsa Ngasemlemahbang dalam pengolahan limbah meski KKN sudah selesai.

Sementara seorang warga, Ahmad berharap, dengan karya kreatif tersebut warga bisa menambah pengasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, selain dari hasil pertanian. Apalagi, kata Ahmad, limbah kotoran sapi memang sangat menggangu. "Dengan kreasi ini, kami bisa mengambil manfaat agar limbah kotoran sapi tak terbuang percuma," tambahnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed