DetikNews
Kamis 24 Agustus 2017, 13:35 WIB

Benih Jagung Terinfeksi Bakteri Dimusnahkan

Suparno - detikNews
Benih Jagung Terinfeksi Bakteri Dimusnahkan Foto: Suparno
Sidoarjo - Benih jagung asal Thailand positif terinfeksi bakteri Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)-A1. Benih jagung Tailand itu pun dimusnahkan di halaman belakang kantor Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya.

Pemusnahan 29 Kg benih jagung berbakteri tersebut dilakukan dengan cara dibakar, Rabu (24/8/2017). Informasi yang didapat, benih jagung tersebut masuk melalui Bandara Juanda, Juli 2017. Setelah melewati pemeriksaan Karantina didapati benih ini positif terjangkit OPTK-A1 yakni bakteri Pseudomonas syringae pv syringae. Bakteri ini sangat berbahaya karena termasuk penyakit yang belum ditemukan di Indonesia dan tidak dapat dibebaskan dengan cara perlakuan, sehingga harus dimusnahkan.

"Kami di sini bersama instansi terkait memusnahkan dengan cara pembakaran benih dan bibit yang masuk di Indonesia, terutama di Jawa Timur. Karena setelah di uji labaratorium, mengandung golongan bakteri A1 seperti bakteri Pseudomonas syringae pv syringae," kata Wakil Ketua Komosi IV DRP RI Viva Yoga Mauladi kepada wartawan usai pemusnahan, Kamis (24/8/2017).

Viva Yoga mengapresiasi balai karantina menemukan benih jagung yang mengandung bakteri OPTK-A1 Juli 2017. Itu berarti berhasil mencegah beredarnya bibit jagung membahayakan ini dan termasuk penyakit yang belum ditemukan di Indonesia.

"Benih ini diduga dari Thailand dan sangat berbahaya. Selain itu termasuk penyakit yang yang belum ditemukan di Indonesia dan tidak bisa dibebaskan. Cara yang bagus harus dibakar agar bakterinya hilang," tegasnya.

Sementara Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi di sela pemusnahan mengaku tindakan pemusnahan ini sesuai UU No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Selain itu tidak ada dokumen karantina (Phytosanitary Certificate).

"Komoditas yang dikirim didominasi oleh vegetable seeds/benih sayuran dan benih bunga serta buah dari negara Asia maupun Eropa. Pengiriman melalui Kantor Pos Malang ini, petugas berhasil mengamankan 29 paket, Kantor Pos Kediri sebanyak 99 paket dan dari Kantor Pos Besar Jember ada 59 paket," kata Musyaffak Fauzi.

Musyaffak menambahkan, benih yang mengandung penyakit berbahaya ini paling banyak dimasukkan perorangan, meski masih ada dari perusahaan. "Barangnya dimusnahkan, sementara itu pelaku akan di akukan penyidikan, pendalaman, atau ini unsur kelalaian," jelasnya.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed