DetikNews
Rabu 23 Agustus 2017, 14:41 WIB

Organda Malang Sesalkan MA Cabut Aturan Taksi Online

Muhammad Aminudin - detikNews
Organda Malang Sesalkan MA Cabut Aturan Taksi Online Foto: Muhammad Aminudin/File
Malang - Organda Malang Raya menyesalkan keputusan Mahkamah Agung (MA) mencabut Peraturan Menteri Perhubungan No 26 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

"Hakim agung tidak melihat secara realita di lapangan, hingga dengan mudah mencabut beberapa pasal yang artinya memberikan ruang kepada taksi online. Kami sangat menyesalkan," kata Ketua Organda Malang Raya Rudi Soesamto kepada detikcom, Rabu (23/8/2017).

Menurut Rudi, pemerintah semestinya bersikap tegas, karena dalam proses sebelumnya telah dimatangkan adanya kuota serta tarif bagi taksi online. "Detik-detik terakhir, malah hakim agung memutuskan seperti itu. Pastinya kami sangat kecewa," tegasnya.

Padahal, kata dia, pemerintah maupun hakim agung seyogyanya menghargai keberagaman dan sosiologis masyarakat bawah. "Ketika kami melangkah berbenah, mengikuti amanat pemerintah, malah muncul keputusan yang justru mengabaikan dan tak menghargai keberagaman yang ada," sesalnya.

Dikatakan dia, dampak dari persoalan nantinya kepada pengemudi. Bisa dibayangkan, akan mampu bertahan sampai kapan, pemberlakuan tarif murah serta diskon dijalankan taksi online. "Karena sangat tidak mungkin, tarif murah terus, dan ada diskon. Sopir akan kena dampaknya," ujar Rudi.

Setidaknya ada 2.200 trayek angkutan beroperasi di Malang Raya. Ribuan sopir bergantung hidup dalam sektor pekerjaan itu. "Ribuan sopir angkutan pasti akan terdampak, situasi di bawah akan tidak kondusif nanti," papar Rudi.

Karena itu, pihaknya menginginkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan segera bersikap, demi nasib para sopir angkutan umum.

Peraturan Menhub No 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek dicabut Mahkamah Agung (MA). Majelis menilai peraturan itu bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed