Dinkes Blitar: 8 Balita Dirawat di Rumah Sakit Pasca Imunisasi MR

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 23 Agu 2017 14:16 WIB
Foto: Erliana Riady
Blitar - 8 Balita yang sudah mendapat imunisasi campak rubella di Kabupaten Blitar, terpaksa dirawat di rumah sakit setelah mendapat imunisasi campak rubella.

Kasi Imunisasi dan Surveilan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Hendro Subagyo mengatakan hingga kini ada 133 laporan kejadian pasca imunisasi atau efek samping imunisasi, dari total 86.000 sasaran yang telah diimunisasi MR.

"Dari 125 laporan efek samping ringan mulai dari demam, muntah dan diare yang cukup diberikan obat, dapat sembuh. Sementara 8 sasaran yang rata-rata balita, terpaksa dirawat di puskesmas atau rumah sakit karena mengalami penurunan kondisi tubuh," kata Hendro saat dihubungi, Rabu (23/8/2017).

Namun menurut Hendro semua laporan itu sudah ditindaklanjuti dan sudah ditangani tim kesehatan dan dinyatakan sembuh. Hendro mengaku rata-rata mereka yang terkena efek samping karena saat imunisasi dalam kondisi kurang sehat tetapi enggan mengatakan kepada petugas imunisasi.

"Kalau sasaran MR sebenarnya 100% datang ke tempat pelaksanaan imunisasi. Namun yang bisa mendapakan imunisasi hanya 60% karena kondisi fisiknya sehat dan dinyatakan siap menerima imunisasi. Sementara 40% belum bisa karena kondisinya tidak sehat," ungkap Hendro.

Namun bagi sasaran imunisasi MR yang kondisinya belum memungkinkan untuk diimunisasi pada bulan ini, akan dijadwal ulang untuk mendapat imunisasi bulan depan. "Dengan catatan kondisinya memang sudah siap diimunisasi," tuturnya.

Hendro menambahkan efek samping dalam imunisasi merupakan hal yang wajar. Dari 133 laporan itu termasuk angka yang kecil. Hanya 1% dari sasaran yang telah diimunisasi. "Wajar namanya memasukkan sesuatu ke dalam tubuh pasti ada efek sampingnya. Namun semua bisa diatasi jika penanganannya benar," pungkasnya.

Hingga hari ini, informasi yang diterima Dinkes Kabupaten Blitar, sebagian besar balita yang dirawat intensif di puskesmas dan rumah sakit berangsur berkurang. Ada yang sudah diperbolehkan pulang dan rawat jalan. (fat/fat)