Hal itu dikatakan anak pertama Komariah, Muhammad Taufik Hidayat (23). Dia mengaku melihat saat Saiman kabur usai membantai ibunya.
"Pak Saiman diantar tiga orang naik dua sepeda motor. Orang-orang itu menunggu di depan warung dekat rumah saya," kata Taufik saat berbincang dengan detikcom di rumah duka, Dusun Tambaksuruh, Desa Tambakagung, Puri, Mojokerto, Senin (21/8/2017).
Hanya saja, Taufik mengaku tak mengamati ciri-ciri ketiga orang tersebut. Saat itu dirinya sibuk mencari pertolongan untuk ibunya yang dibacok Saiman. Ketiga pria misterius yang diduga teman Saiman itu menunggu di depan warung kopi sekitar 50 meter dari rumah korban.
"Saya hanya melihat Pak Saiman mendatangi ketiga orang itu setelah membunuh ibu. Satu orang naik motor sendirian, dua lainnya berboncengan," ungkapnya.
Taufik mengaku telah menceritakan apa yang dia lihat ke polisi. Pemuda bertubuh gemuk ini berharap petugas segera meringkus para pelaku. "Saya ingin pelaku dihukum seumur hidup," cetusnya.
Sebelum pembantaian ini terjadi, tambah Taufik, ibunya pernah diancam akan dibunuh oleh Saiman. Dirinya pun menyarankan agar ancaman itu dilaporkan ke polisi. Namun, belum sempat dilakukan, pengayuh becak itu keburu menjalankan aksi brutalnya.
"Sabtu (19/8) Pak Saiman datang ke sini dan mengancam akan akan membunuh ibu," tandasnya.
Sementara Kades Tambakagung Filla Muji Utomo menambahkan, sejumlah pria yang mengantar pelaku membantai korban sempat dikira warga tukang ojek. Namun, setelah ditelusuri ke pangkalan ojek di Terminal Kertajaya, tak ada tukang ojek yang mengantar orang ke desanya.
"Sudah saya cari ke pangkalan ojek tak ada tukang ojek yang mengantar orang bawa celurit ke kampung ini," jelasnya.
Sementara Kapolsek Puri AKP Airlangga Pharmady menuturkan, pihaknya masih menyelidiki orang yang mengantar Saiman. "Kalau tukang ojek pastinya kabur melihat orang yang diantar melakukan pembunuhan. Masih kami selidiki," tegasnya.
Komariah (44) tewas dibantai oleh suaminya di ruang tengah rumahnya dini hari tadi sekitar pukul 01.00 Wib. Selain itu, kekasih korban Ahmad Wiyono (50), warga Desa Modopuro, Mojosari juga ikut dibantai. Sopir bus itu tewas dengan luka bacok di perut dan dada di halaman rumah Komariah. (fat/fat)











































