"Ada sarung tangan tertinggal, apakah milik pelaku masih diselidiki," ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi Pratas Guspitu kepada detikcom saat dihubungi, Sabtu (19/8/2017).
Informasi lain menyebutkan, bahwa ada sepasang sarung tangan. Satu berada dekat penemuan jasad Wasiah dan satu sarung tergeletak di jembatan. Namun, saat polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), sarung tangan di atas jembatan itu tak ditemukan lagi keberadaannya.
Pembunuh Wasiah bisa terbilang sadis, wanita telah menjanda tanpa dikaruniai anak itu, diduga dianiaya menggunakan benda tumpul hingga tengkorak kepala bagian belakang remuk atau hancur. Selain itu, bagian dada kiri dan kanan juga patah.
Wajah korban juga dibungkus tas plastik, sebelum menutupnya dengan jas hujan warna hijau. Bagian bawah dibungkus dengan karung dan kemudian mengikat seluruh tubuh Wasiah dengan tali tampar.
"Autopsi menunjukkan ada tindak kekerasan terhadap korban," terang Kasat Pratas.
Wasiah ditemukan tewas terbungkus karung ditemukan warga dibawah jembatan Mbarek, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Kamis (17/8/2017). Korban warga Dusun Asem Corong, Desa Kepuh, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.
Keluarga menduga kuat, Wasiah menjadi korban perampokan dari perhiasan emas yang dikenakan raib bernilai belasan juta rupiah. (fat/fat)











































