DetikNews
Sabtu 19 Agustus 2017, 08:54 WIB

Hasil Autopsi Mayat Wanita Dalam Karung Remuk di Kepala Belakang

Muhammad Aminudin - detikNews
Hasil Autopsi Mayat Wanita Dalam Karung Remuk di Kepala Belakang Jenazah Wasiah usai diautopsi/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Penyebab kematian mayat wanita dalam karung sedikit terkuak. Hasil autopsi dokter forensik Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) menyatakan, kepala bagian belakang korban remuk. Diduga akibat pukulan benda tumpul.

Autopsi dilakukan setelah keluarga menyakini jasad wanita dalam karung adalah Wasiah (40), warga Dusun Asem Corong, Desa Kepuh, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, mendatangi Polres Malang.

"Kita masih selidiki, begitu juga tentang penyebab kematian korban," kata Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Iptu Sutiyo ditemui detikcom di kamar jenazah RSSA Malang, Jalan Belakang Rumah Sakit, Sabtu (19/8/2017) dini hari.

Sutiyo enggan menegaskan, Wasiah adalah korban perampokan yang kemudian dibunuh oleh pelaku dengan memukul kepala bagian belakang hingga hancur.

"Untuk dugaan perampokan dengan perhiasan emas korban yang hilang, juga tengah diselidiki kebenarannya," ungkap perwira juga menjabat Kanit Idik IV Satreskrim Polres Malang ini.

Identitas korban terungkap dari identifikasi sidik jari yang terekam e-KTP. Polisi kemudian menyusuri alamat korban dan melaporkan kepada keluarga.

Selama 4 hari keluarga tidak menemukan keberadaan korban. Saat mendapat kabar ada wanita tewas ditemukan di dalam karung di bawah jembatan, Mbarek, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, keluarga mencari tahu. Setelah melihat ciri-ciri pakaian yang dipakai, keluarga meyakini jika korban bernama Wasiah.

Hasil autopsi, mengungkap penyebab kematian korban juga diungkapkan Kades Kepuh H.Zamzami, yang juga mendampingi keluarga korban di RSSA Malang.

"Ada patah juga di bagian dada sebelah kiri dan kanan. Yang paling parah kepala bagian belakang, sampai remuk, tulang tengkoraknya," terang Zamzami terpisah.

Dia mengaku, korban tidak lama bercerai dengan suaminya dari hasil nikah siri. Itu adalah pernikahan ke-7 bagi korban dan belum dikaruniai anak. "Saya tidak begitu mengenali keseharian korban, tapi korban baru saja cerai dari nikah siri," beber Zamzami.

Keluarga sendiri terakhir melihat korban, Senin (14/8/2017) sore. Setelah itu, korban diduga keluar meninggalkan rumah dengan tergesa-gesa, terlihat dari tidak sempat mengunci pintu dan menyalakan lampu rumah.

"Selama ini tinggal sendiri, kami awalnya mengira korban tengah bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dimana beberapa waktu terakhir aktivitas kerjanya itu," terang Nasuri, paman korban.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed