Evakuasi Pemancing Terjebak di Pulau Celeng Terkendala Ombak

Evakuasi Pemancing Terjebak di Pulau Celeng Terkendala Ombak

Erliana Riady - detikNews
Jumat, 18 Agu 2017 17:25 WIB
Tim SAR belum berhasil melakukan evakuasi karena kondis ombak yang masih besar (Foto: Istimewa)
Blitar - Upaya evakuasi pada lima pemancing di Pulau Celeng Pantai Pehpulo Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar, belum membuahkan hasil.

Sampai pukul 14.30 WIB, perahu tim SAR tidak bisa mendekati gugusan pulau yang terdekat dengan posisi Pulau Celeng. Koordinator Pos SAR Trenggalek, Asnawi Suroso, mengatakan, kondisi ombak dinilai sangat berbahaya bagi tim penyelamat.

"Selain ombaknya masih tinggi, karang di sekitar gugusan pulau itu sangat tajam. Perahu kalau oleng kena ombak sangat berbahaya jika menghantam karang," jelasnya saat dihubungi Jumat (18/8/2017).

Tim SAR gabungan juga tidak mengetahui secara pasti bagaimana kondisi terakhir kelima pemancing yang terjebak di Pulau Celeng itu. Satu-satunya komunikasi yang bisa mereka lakukan adalah dengan mengirim pesan pada secarik kertas lalu diluncurkan pada seutas tambang menuju ke seberang.

Baca juga, Lima Pemancing Dikabarkan Terjebak di Pulau Celeng Blitar
Seutas tambang yang diluncurkan ke Pulau Celeng menjadi alat komunikasiSeutas tambang yang diluncurkan ke Pulau Celeng menjadi alat komunikasi (Foto: Istimewa)


"Kami hanya melalui seutas tambang ini komunikasinya. Kami kirim pelampung, logistik yang bisa langsung dikonsumsi dan secarik kertas berisi pesan. Ada seorang pemancing yang bisa mengambil tadi, semoga kondisinya semua baik," ungkap Asnawi.

Dalam pesan itu, lanjut Asnawi, kami menyuruh mereka semua cepat makan dan minum. Lalu secepatnya pakai pelampung dan menghubungi nomor ponsel salah satu tim sar, biar tahu bagaimana kondisinya ," paparnya.

Kelima pemancing dari Desa Doko dan Kademangan terjebak di Pulau Celeng sejak Senin (14/8/2017). Mereka berangkat ke gugusan pulau kecil di Pantai Pehpulo itu dengan menyewa perahu tambang nelayan setempat. Namun saat tiba waktunya dijemput, nelayan pemilik perahu, Sukani (40) tahun tidak berani mendekatkan perahunya ke Pulau Celeng karena ombak sangat besar.

Sukani baru melaporkan kejadian ini ke aparat desa dan polisi pada Rabu (16/8/2017) malam. Karena selama empat hari ini, ombak masih sangat tinggi hingga tak memungkinkan jika dia mengevakuasinya sendiri.

Ini surat berisi pesan kepada para pemancing yang terjebakIni surat berisi pesan kepada para pemancing yang terjebak (Foto: Istimewa)
(iwd/iwd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.