Tak hanya itu, mereka juga mengibarkan bendera sepanjang 72 meter, di sepanjang pantai tersebut. Kegiatan dimulai dengan menggelar upacara HUT ke 72 RI. Mereka berjajar memenuhi barisan menggelar tahapan upacara kemerdekaan. Tak lupa pembacaan teks proklamasi juga dilakukan di sana. Setelah itu, pengibaran bendera sepanjang 72 meter diiringi dengan lagu Indonesia Raya.
"Kegiatan ini rutin kita lakukan setiap tahun. Ini sebagai peran serta nelayan dalam memperingati kemerdekaan RI. Dan juga kemerdekaan lingkungan dari kerusakan. Kami bergabung kegiatan ini bersama relawan dan menularkan virus kemerdekaan lingkungan kepada peserta upacara," ujar Sukirno, manajer Bangsring Underwater Banyuwangi, kepada wartawan.
Selain upacara, mereka juga membersihkan pantai dan menanam terumbu karang sebanyak 45 bibit karang.
"72 Meter adalah simbol perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke 72 tahun," tambah Sukirno.
Warga Banyuwangi Upacara di Pulau Tak Berpenghuni/ Foto: Ardian Fanani |
Selain itu, para nelayan juga melepaskan sepasang hiu pasca pemulihan selama 8 bulan di Perairan Bangsring. Hiu anakan tersebut sebelumnya tidak sengaja tertangkap jaring nelayan dan mengalami luka. Hiu tersebut kemudian di rawat di Klinik Hiu yang di kelola nelayan Samudra Bakti.
"Kita melepasliarkan ikan hiu yang selama ini dirawat oleh nelayan. Ada sepasang kita beri nama Mahardika dan Mahardini. Saat ini hiu yang masih dalam perawatan ada 11 hiu anakan," kata Sukirno.
Selama 10 tahun terakhir ini, kelompok Nelayan Samudra Bakti telah melalukan konservasi terhadap terumbu karang diwilayah perairan Bangsring. Konservasi tersebut kemudian menjadikan wilayah tersebut berubah sebagai destinasi wisata dan edukasi.
Kerja keras para Nelayan Samudra Bakti telah diganjar penghargaan Kalpataru dari Presiden Joko Widodo pada awal Agustus 2017 lalu. Mereka merubah perairan yang rusak itu menjadi ekosistem yang baik bagi lingkungan, wisata dan perekonomian masyarakat sekitar. (fat/fat)












































Warga Banyuwangi Upacara di Pulau Tak Berpenghuni/ Foto: Ardian Fanani