Tradisi unik itu ada di Dusun Daleman, Desa Japan, Sooko. Sedikitnya 45 tenda didirikan warga berjajar sepanjang 300 meter di depan rumah masing-masing. Tak ayal, jalan kampung di RT 6 RW 2 itu penuh dengan tenda dan aneka pernak-pernik HUT RI.
"Kegiatan ini untuk merayakan HUT Kemerdekaan ke-72 RI," kata Aula Zuhriya (31), warga Dusun Daleman.
Ibu dua anak ini membangun tenda cukup besar di depan rumahnya. Tenda dari parasit itu akan digunakan untuk bermalam bersama anak dan suaminya. Di dalamnya telah disiapkan alas tikar, bantal dan aneka mainak anak-anak.
"Di dalam tenda bisa ngobrol sama anak dan suamin, bermain bersama," ujarnya.
![]() |
Hal senada dikatakan warga lainnya, Alif Safitri (30). Meski cuaca saat malam hari cukup dingin dan banyak nyamuk, dia mengaku senang dengan menginap di dalam tenda.
"Senang bisa merasakan seperti berkemah di alam terbuka," cetus ibu satu anak ini.
Sama dengan warga lainnya, Alif juga menyiapkan alat tidur dan mainan untuk anaknya. Setelah salat isya, bersama anak dan suaminya dirinya akan menginap di dalam tenda tersebut. Selain istirahat, bersama keluarga kecilnya akan menikmati malam dengan mendengarkan musik dan main bersama sang buah hati.
"Manfaatnya banyak ya, bisa gotong-royongn sama tetangga, saling membatu mendirikan tenda, juga menanamkan nasionalisme ke anak," jelasnya.
Ketua RT 6 Saiful Adhim menuturkan, tradisi menginap di dalam tenda ini digelar warga sejak tahun 2001. Sejak H-2 HUT RI hingga 20 Agustus nanti, warga akan menginap bersama di tenda masing-masing.
Menurut dia, selain untuk melestarikan budaya gotong-royong, tradisi ini juga untuk menghilangkan budaya egoisme di antara warga. "Sehari-hari kan warga kurang berinteraksi, dengan tidur di tenda akhirnya tiap malam warga bisa ngobrol," terangnya.
Tak hanya menginap di tenda, malam nanti warga akan menggelar upacara bendera sekaligus kenduri menyambut HUT ke-72 RI. (bdh/bdh)