DetikNews
Rabu 16 Agustus 2017, 11:29 WIB

Harga Cabai Anjlok, Petani di Ngantang Terancam Merugi

Muhammad Aminudin - detikNews
Harga Cabai Anjlok, Petani di Ngantang Terancam Merugi Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Petani cabai rawit di wilayah Ngantang, Kabupaten Malang, terancam rugi dari hasil panen tahun ini. Karena harga cabai hanya sebesar Rp 8 ribu per kg.

"Sekarang harga BEP-nya Rp 8 ribu, semestinya sebesar Rp 20 ribu. Dulu kan pemerintah mengatakan, jangan Rp 8 ribu BEP-nya, tapi jumlah itu dikali dua ditambah Rp 4 ribu, jadi Rp 20 ribu," ujar Ketua Kelompok Tani Gemah Ripah O1 Yugiantoro ditemui detikcom di lahan cabainya Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (16/8/2017).

Yudi mengatakan, kerugian bakal dialami ketika harga cabai tetap di angka Rp 8 ribu tingkat petani. Jika tidak berubah, maka petani akan bergantung pada panen berikutnya.

"Cabai kan petiknya sebanyak 30 kali, jadi mudah-mudahan nanti harga bisa naik. Ini rencana mau mengawali panen," terangnya.

Dikatakan, jenis benih juga mempengaruhi hasil produksi. Wilayah kelompoknya sangat cocok dengan benih Manu, dalam satu hektare bisa menghasilkan 12 ton cabai.

"Kalau biaya produksi, saya sendiri sampai Rp 90 juta dalam satu kali masa tanam. Jadi tinggal menghitung satu hektare dengan produksi 10 ton dikalikan Rp 8 ribu jadi Rp 80 juta, ditambah yang 2 ton, tetap saja menipis labanya," terangnya.

Hadirnya Ditjen Hortikultura dari Kementerian Pertanian nanti, kata dia, akan dimanfaatkan petani bagaimana mendapatkan solusi terkait ancaman kerugian menanam cabai rawit tahun ini.

"Nanti kami akan sampaikan kepada Ditjen, kalau harga tinggi, kami dimintai barang, kalau harga rendah seperti sekarang bagaimana," keluh Yugiantoro.

Menurut dia, petani cabai di wilayah Ngantang akan tetap mengikuti program pemerintah untuk meningkatkan produksi cabai dan menekan harga di pasaran. "Stabil harga itu, di atas Rp 20 ribu di bawah Rp 50 ribu per kg untuk tingkat petani.

Mulai hari ini, petani cabai akan memulai memanen hasil tanamnya, meski harga cabai rendah. "Kalau tidak dipetik bagaimana, yang merah ini sudah banyak," tegasnya.

Ada sebanyak 360 hektare lahan cabai di wilayah Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Tahun 2016 Kelompok Tani Gemah Ripah 01 pimpinan Yugiantoro mendapatkan bantuan fasilitas dan benih cabai dari Dinas Pertanian Kabupaten Malang untuk lahan seluas 20 hektare, berupa pupuk, laras, lanjaran, dan benih.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed