DetikNews
Selasa 15 Agustus 2017, 21:27 WIB

Ingin Tampil Apik di Depan Presiden, Penari Gandrung Terus Berlatih

Ardian Fanani - detikNews
Ingin Tampil Apik di Depan Presiden, Penari Gandrung Terus Berlatih Para penari Gandrung Banyuwangi sedang melakukan geladi kotor (Foto: Istimewa)
Banyuwangi - Gandrung Banyuwangi akan mewarnai Peringatan Kemerdekaan RI 17 Agustus 2017 di Istana Negara, Jakarta. Saat ini mereka sudah melakukan gladi kotor tarian Gandrung Jejer Kembang Menur.

Para penari Gandrung ini kini terus melakukan persiapan untuk penampilan saat hari H-nya. Mereka telah menjalani latihan selama dua hari untuk menyesuaikan lapangan. Mereka melatih formasi, perpaduan musik, dan gerak hingga performa.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun akan hadir langsung turut mendampingi para seniman muda Banyuwangi tersebut di Jakarta.

Anas mengatakan, undangan pemerintah pusat ini merupakan bentuk penghargaan terhadap seni dan budaya Banyuwangi. Apalagi kegiatan ini merupakan kegiatan resmi kenegaraan, peringatan HUT ke-72 RI.

"Anak-anak tadi saya lihat foto-fotonya senang. Mereka bersemangat gladi resik di Istana Negara. Bagi mereka ini kesempatan yang sangat spesial. Dan ini suatu bentuk rasa hormat atas seni budaya Banyuwangi diundang sampai dua kali di Istana negara," ujar Anas.

Gandrung Banyuwangi sebelumnya pernah tampil di Istana pada peringatan Sumpah Pemuda 20 Oktober 2016 lalu. Menurut Anas, ini bukti bahwa pemerintah pusat begitu luar biasa mendukung pengembangan seni budaya daerah.

"Terima kasih Pak Jokowi yang terus menyemangati kebudayaan daerah dan memberikan ruang luas. Ini sekaligus menjadi penanda bahwa keragaman budaya daerah jalin menjalin menguatkan persatuan Indonesia," kata Anas.

Untuk menyemangati para penari, Anas pun menyatakan akan hadir langsung ke Istana Negara. "Khusus tahun ini, saya akan memperingati Hari Kemerdekaan di Jakarta. Saya akan turun mendampingi anak-anak. Ini juga bentuk kebanggaan saya, kebudayaan Banyuwangi mendapat kehormatan tampil ulang di Istana," jelas Anas.

Gandrung merupakan seni tari asli Banyuwangi. Tarian ini mengisahkan terpesonanya masyarakat Blambangan, julukan Banyuwangi, kepada Dewi Sri, dewi padi, yang membawa kesejahteraan bagi rakyat. Tarian ini dibawakan sebagai ucapan syukur masyarakat usai panen, dan kini sering ditampilkan menjadi tarian pembuka di setiap acara.

Sebanyak dua ratus penari gandrung Banyuwangi yang terdiri dari para pelajar akan menari di hadapan Presiden Jokowi dan tamu negara. Mereka akan tampil usai upacara detik-detik Proklamasi Kemedekaan RI.

"Seni budaya jika dikelola dengan baik akan berkembang bagus dan menjadi sarana bagi anak-anak muda untuk mengasah kemampuan, kepercayaan diri, dan meningkatkan kecintaannya pada negeri. Ini juga bukti keberhasilan regenerasi seniman lewat festival," kata Anas.

Setiap tahun agenda atraksi wisata Banyuwangi Festival menampilkan Festival Gandrung Sewu. Di mana seribu penari Gandrung menari kolosal di pinggir pantai berlatar belakang Selat Bali.

Dikatakan Pelaksana Tugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda para penari ini telah melakukan gladi bersih mematangkan persiapan akhir, sebelum memasuki hari tenang, Rabu (16/8/2017).

Saat gladi bersih, para penari akan berlatih seolah-olah sudah tampil sungguhan. Mereka akan mengenakan kostum lengkap dan tampil sesuai urutan yang ditetapkan panitia.

"Alhamdulillah, secara teknis semuanya aman. Persiapan sudah oke, kondisi fisik dan psikis para penari juga terjaga. Mereka tidak grogi sama sekali, bahkan sangat bersemangat bisa tampil di hadapan Pak Jokowi. Mohon doa seluruh masyarakat Banyuwangi, agar kami di sini bisa tampil sempurna untuk membawa nama baik daerah," pungkas Bramuda.
(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed