Hal ini diungkapkan Iqbal saat menjadi salah satu pembicara dalam 'Pengenalan' kehidupan kampus di hadapan mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (15/8/2017).
"Lingkup pendidikan, ruang sekolah atau kampus saat ini terlalu terbuka dan ini dimanfaatkan untuk masuk secara aktif menyebarkan paham dan memperluas jaringan," kata Iqbal di depan 1.026 mahasiswa baru Unesa.
Mahasiswa baru Unesa/ Foto: Istimewa |
Iqbal mengungkapkan alasan kenapa paham radikal memilih pemuda sebagai penerus. Menurutnya, pemuda adalah produk sekaligus agen perubahan sosial. "Singkatnya, radikalisme kaum muda bisa dilihat sebagai respon, kritik dan antitesis terhadap cara berpikir lama dan arus utama yang terjadi di masyarakat yang bisa berbentuk kekerasan dan non kekerasan. Itulah kenapa pemuda menjadi pilihan paham radikalisme yang harus kita perangi bersama," ungkap dia.
Mantan Kapolres Jakarta Utara ini mencontohkan beberapa kasus paham radikalisme yang melibatkan pemuda sebagai pelaku.
"Banyak contoh pemuda yang sudah menjadi korban seperti pelaku bom bunuh diri di JW Marriott Jakarta 2009, yang saat itu masih 21 tahun. Dan terbaru, pelaku masih berumur 17 tahun yakni pelaku peletakan 8 bom di Surakarta dan Klaten pada Desember 2011 lalu," tambah Iqbal. (ze/fat)












































Mahasiswa baru Unesa/ Foto: Istimewa