DetikNews
Senin 14 Agustus 2017, 15:46 WIB

'Pembunuh' Pelajar Situbondo Dijerat UU Perlindungan Anak

Ghazali Dasuqi - detikNews
Pembunuh Pelajar Situbondo Dijerat UU Perlindungan Anak Foto: Ghazali Basuki
Situbondo - Perbuatan Fathor Rasi yang menyebabkan Riko (17), seorang pelajar SMAN di Situbondo, tewas berujung di sel tahanan. Pemuda 25 tahun asal Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, itu resmi dijadikan tersangka.

Fathor Rasi dijerat dengan tindak kekerasan yang menyebabkan kematian korban, sebagaimana pasal 76C juncto pasal 80 Undang-undang 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Selain itu, kita juga subsidair-kan ke pasal 359 KUHP, tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Sekarang tersangka masih terus menjalani pemeriksaan," kata Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP I Gede Lila Buana Arta, Senin (14/8/2017).

I Gede Lila mengemukakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan unsur kesengajaan tersangka untuk menghabisi nyawa korban. Ulah tersangka menyemprotkan obat nyamuk cair ke obat keras jenis pil trek yang dikonsumsi korban, diklaim hanya untuk memperlama masa teler atau mabuk. Tidak ada kesengajaan pelaku untuk membunuh korban.

"Keterangan tersangka, pil trek disemprot obat nyamuk cair itu agar telernya bisa lebih lama. Tidak bermaksud membunuh. Tapi keterangan itu masih kita dalami," papar lulusan Akpol tahun 2010 itu.

Klaim tersangka bisa memperlama masa teker tadi, karena tersangka mengaku sebelumnya sudah terbiasa menenggak pil trek yang disemprot obat nyamuk cair. Karena itu, tersangka jadi panik saat korban Riko justru mengalami kejang-kejang usai mengonsumsi 6 butir pil trek yang telah disemprot obat nyamuk cair.

Melihat korban kejang-kejang, tersangka sempat berusaha menaikkannya je atas sepeda motor untuk dibawa ke rumah sakit. Namun korban terjatuh hingga menyebabkan lukdi di kaki dan kepalanya. Seketika itu, tersangka berinisiatif menghentikan sebuah pick up di jalan raya untuk membantu membawa Riko ke rumah sakit.

"Kami juga belum menemukan motif pelaku melakukan ulahnya itu karena ingin menguasai harta korbannya. Karena awalnya tersangka dan korban ini hanya berniat mabuk dengan mengonsumsi pil trek itu," tandas I Gede Lila Buana Arta.

Sebelumnya, kematian mencurigakan Riko (17), seorang pelajar SMAN di Situbondo, akhirnya terjawab. Pelajar asal Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, itu mengalami kejang-kejang tak lama setelah menenggak 6 butir obat keras pemberian Fathor. Bahkan sebelum diberikan kepada korban, obat keras itu konon telah disemprot obat nyamuk cair oleh Fathor.

Fathor sendiri berhasil diamankan polisi di wilayah Banyuwangi. Dari tangan Fathor, polisi menyita sebuah sepeda motor jenis Kawasaki Ninja 250 cc P 2222 GJ warna merah milik korban.
(bdh/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed