Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya dalam sambutannya mengaku, jika acara ini atas ide Bupati Blitar saat melakukan sepeda bersama di kawasan wisata Blitar Selatan.
"Idenya dari pak bupati, saat kami habis gowes merasa lapar dan susah mencari makanan di areal wisata. Dengan lomba masak bagi muspika ini diharapkan, setiap kepala daerah bisa mandiri menyediakan masakan dan mulai berpikir kreatif untuk mengembangkan wisata kuliner di wilayahnya masing-masing," kata kapolres.
Lomba memasak pejabat di wilayah Blitar/ Foto: Erliana Riady |
Lomba ini selain HUT ke 72 RI, juga memeriahkan HUT ke-693 Kabupaten Blitar dan memperingati Hari Pramuka.
"Acara ini untuk mempererat kebersamaan untuk memaksimalkan tugas masing-masing," kata Bupati Blitar, Rijanto dalam sambutannya.
Pantauan detikcom, tampak di halaman Mapolres telah disiapkan stand yang berisi peralatan masak lengkap. Tidak hanya muspika, namun kalangan jurnalis Blitar juga diwajibkan mengikuti acara ini.
Masing-masing kelompok beranggotakan 3 orang,g semuanya harus laki-laki. Mereka hanya diberi waktu dua menit untuk mempersiapkan bahan memasak. Dan, bupati membuat kelompok sendiri bersama kapolres, kalapas, Kepala BNN, Kepala Kantor Imigrasi dan Komandan Kodim. "Menunya mau bikin nasi goreng petai," kata bupati di sela memasak.
Tampak Kalapas Kls 2B Blitar, Rudi Sarjono menghaluskan bumbu dengan kuatnya. Sementara muspika Kecamatan Selopuro yang memasak nasi goreng, diberi bumbu jahe sama lengkuas.
Para jurnalis, juga memilih menu sama yakni nasi goreng. "Waduh lupa tidak ambil garam, kita ganti vitsin saja," kata Arif, koki utama.
Para juri yang didatangkan dari guru tata boga SMKN 3 Kota Blitar, memberi waktu 1 jam untuk masak sayur dan dua lauk-pauk. (fat/fat)












































Lomba memasak pejabat di wilayah Blitar/ Foto: Erliana Riady