DetikNews
Minggu 13 Agustus 2017, 17:25 WIB

Ungkap Kematian Riko yang mencurigakan, Polisi Lacak Keberadaan FT

Ghazali Dasuqi - detikNews
Ungkap Kematian Riko yang mencurigakan, Polisi Lacak Keberadaan FT Riko saat dibawa ke rumah sakit/Foto: Istimewa
Situbondo - Riko (17), pelajar sebuah SMAN di Situbondo tewas mencurigakan. Untuk mengungkap kejadian tersebut, polisi kini melacak keberadaan rekan korban berinsial FT.

Pria asal Kecamatan Arjasa ini disebut-sebut kali terakhir bersama korban. FT juga yang diketahui menghentikan pickup untuk membawa pelajar asal Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, ke rumah sakit.

Namun FT langsung menghilang, tak lama setelah menurunkan korban di RSUD Asembagus. Bahkan, banyak saksi yang melihat, FT inilah yang membawa sepeda motor korban jenis Kawasaki Ninja 250 cc nopol P 2222 GJ.

"Semuanya masih kita selidiki. Sementara keterangan saksi memang banyak mengarah ke dia (FT, red). Karena itu, saat ini kita sedang mencari tahu keberadaannya," kata Kapolsek Arjasa, AKP Supadi, Minggu (13/8/2017).

Keterangan detikcom menyebutkan, upaya pengejaran terhadap FT langsung dilakukan pihak kepolisian, tak lama setelah Riko dinyatakan tewas mencurigakan. Bukan hanya karena dianggap mengetahui kematian si Riko. Lebih dari itu, FT disebut juga membawa sepeda motor korban tak lama setelah mengantarnya ke rumah sakit.

"Ini mencurigakan. Tadi sudah sempat dihubungi sama polisi, katanya sepeda motornya dititipkan, tapi tidak ada. Dihubungi lagi, katanya posisinya sudah di Besuki. Kalau tidak ingin menguasai, kenapa sepeda motor itu mesti dibawa-bawa," kata Hadi Prijanto, seorang kerabat korban.

Polisi juga terus menghimpun keterangan saksi terkait sosok FT. Disebut-sebut, FT seorang pengusaha asal Kecamatan Arjasa yang mengalami bangkrut dan senang bermain billiard. Dia dikenal cukup akrab dengan korban. Dua hari sebelum tewas, Riko konon sempat menuturkan keprihatinannya dengan kondisi FT yang sedang terlilit banyak utang. Rasa prihatin itu disampaikan Riko kepada seorang kerabatnya.

"Yang jelas, semuanya masih sedang kita selidiki. Informasi sekecil apapun akan kita telusuri," papar AKP Supadi.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed