"Ada luka lecet di kaki dan kepala serta benjolan di dahi. Secara medis, luka-luka itu bukan penyebab kematian korban," kata dr Imam Hariyono, dokter yang memimpin jalannya autopsi korban, di Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) RSUD Situbondo, Minggu (13/8/2017).
dr Imam juga enggan berspekulasi terkait kabar adanya busa di bagian mulut korban tak lama setelah tewas. Apakah korban tewas karena keracunan atau over dosis obat-obatan. Sebab, menurut Imam, saat dilakukan autopsi bagian mulut korban sudah bersih. Artinya sudah tidak ada busa yang tersisa.
"Makanya, untuk mengetahui penyebab kematiannya, kita mengambil sampel organ dalam korban untuk diperiksa lebih lanjut di Labfor Polda Jatim," papar dokter asal Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan itu.
Pihak kepolisian sendiri juga memilih menunggu hasil pemeriksaan Labfor Polda untuk mengetahui penyebab kematian Riko. Meski begitu, upaya penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap kronologis kematian korban.
"Informasi sekecil apapun akan kita telusuri. Termasuk berkaitan dengan hilangnya sepeda motor korban. Semuanya masih dalam penyelidikan," tandas Kapolsek Arjasa, AKP Supadi. (bdh/bdh)










































