DetikNews
Minggu 13 Agustus 2017, 13:51 WIB

Hasil Autopsi, Tidak Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Riko

Ghazali Dasuqi - detikNews
Hasil Autopsi, Tidak Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Riko Foto: Istimewa
Situbondo - Penyebab kematian Riko (17), masih menjadi teka-teki. Dari hasil autopsi, tidak ditemukan adanya luka parah yang berpotensi menyebabkan kematian pelajar kelas II SMAN 1 Kapongan tersebut. Hanya ada beberapa luka lecet di kaki dan kepala, serta benjolan di bagian dahi.

"Ada luka lecet di kaki dan kepala serta benjolan di dahi. Secara medis, luka-luka itu bukan penyebab kematian korban," kata dr Imam Hariyono, dokter yang memimpin jalannya autopsi korban, di Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) RSUD Situbondo, Minggu (13/8/2017).

dr Imam juga enggan berspekulasi terkait kabar adanya busa di bagian mulut korban tak lama setelah tewas. Apakah korban tewas karena keracunan atau over dosis obat-obatan. Sebab, menurut Imam, saat dilakukan autopsi bagian mulut korban sudah bersih. Artinya sudah tidak ada busa yang tersisa.

"Makanya, untuk mengetahui penyebab kematiannya, kita mengambil sampel organ dalam korban untuk diperiksa lebih lanjut di Labfor Polda Jatim," papar dokter asal Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan itu.

Pihak kepolisian sendiri juga memilih menunggu hasil pemeriksaan Labfor Polda untuk mengetahui penyebab kematian Riko. Meski begitu, upaya penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap kronologis kematian korban.

"Informasi sekecil apapun akan kita telusuri. Termasuk berkaitan dengan hilangnya sepeda motor korban. Semuanya masih dalam penyelidikan," tandas Kapolsek Arjasa, AKP Supadi.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed