DetikNews
Sabtu 12 Agustus 2017, 20:03 WIB

Kemenkum HAM Jatim akan Sanksi Petugas Lapas yang Tersangkut Narkoba

Ardian Fanani - detikNews
Kemenkum HAM Jatim akan Sanksi Petugas Lapas yang Tersangkut Narkoba Kepala Kemenkum HAM Jawa Timur, Susy Susilawati/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Kepala Kemenkum HAM Jawa Timur, Susy Susilawati melakukan kunjungan ke Lapas Kelas IIB Banyuwangi. Dalam kunjungan tersebut, Susy berharap tak ada lagi petugas yang tersangkut narkoba, seperti beberapa bulan yang lalu.

Sebelumnya, oknum petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banyuwangi, JF, ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres setempat, Rabu (4/1/) lalu. Oknum tersebut ditangkap di depan Lapas Banyuwangi diduga atas kepemilikan narkoba jenis sabu.

"Saya harap tidak ada lagi kasus serupa di Lapas ini. Ini memberikan kontribusi negatif bagi wilayah dan Kementrian. Makanya saya datang kesini jangan sampai semua meniru hal ini," ujar Susy kepada sejumlah wartawan, Sabtu (12/8/2017).

Menurutnya, saat ini diperlukan peningkatan integritas dan kinerja petugas Lapas dalam melakukan pembinaan terhadap tahanan maupun narapidana. Petugas Lapas harus menjadi contoh yang baik, khususnya kepada warga binaan Lapas dan masyarakat umum.

"Saya tidak akan main-main dengan masalah ini (narkoba). Kurir ataupun petugas yang memakai sanksi nya sangat berat. Mulai dari pembinaan hingga pemecatan," tambahnya.

Selain itu, kunjungan ini, kata Susy, ingin melihat langsung pembinaan penghuni Lapas yang berbasis pesantren dan keterampilan. Pembinaan berbasis pesantren dilakukan untuk kerohanian warga binaan. Sementara untuk keterampilan, sebagai bekal warga binaan pasca menuntaskan masa tahanan.

"Kriminalitas terjadi lantaran mereka tak memiliki pekerjaan yang menjanjikan. Makanya kita beri bekal disini. Agar nanti punya pengalaman dan tidak kembali lagi," tambahnya.

Lapas Kelas IIB Banyuwangi memiliki pembinaan keterampilan berupa budidaya lele dan kerajinan berbahan dasar kayu. Bahkan kerajinan berbahan dasar kayu ini sudah di ekspor ke Jepang dan Korea Selatan. Dari pembinaan keterampilan ini, kata Susy, bisa memberikan kontribusi kepada negara dan warga binaan.

"Ini yang perlu dicontoh Lapas lain. Ada kontribusi kepada negara dan tentunya pendapatan bagi warga binaan. Pihak ketiga bekerjasama dengan Lapas dalam pembinaan keterampilan ini," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenkum HAM, Susy Susilawati melakukan panen perdana budidaya lele yang dilakukan oleh warga binaan Lapas Banyuwangi. Selain itu, Susy juga mengunjungi workshop perbengkelan kayu yang menghasilkan kerajinan berbahan dasar kayu yang sudah di ekspor ke Jepang dan Korea Selatan.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed