DetikNews
Sabtu 12 Agustus 2017, 16:46 WIB

Bandara Banyuwangi akan Backup Ngurah Rai Saat Acara IMF-World Bank

Ardian Fanani - detikNews
Bandara Banyuwangi akan Backup Ngurah Rai Saat Acara IMF-World Bank Foto: Putri Akmal/detikcom
Banyuwangi - Kementerian Perhubungan terus melakukan percepatan pengembangan Bandara Blimbingsari Banyuwangi. Bandara Blimbingsari Banyuwangi akan digunakan parkir pesawat milik peserta pertemuan IMF-World Bank Annual Meeting di Bali, Oktober 2018 mendatang.

Untuk itu, pengembangan sejumlah infrastruktur perlu dilakukan. Antara lain Apron (tempat parkir pesawat), penebalan Pavement Classiication Number (PCN) dan perpanjangan runway.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, mengatakan kapasitas Bandara Ngurah Rai Bali tidak cukup untuk menampung semua pesawat yang datang dalam acara tersebut. Karena itu, Bandara Banyuwangi akan menjadi back up Ngurah Rai.

"Di pertemuan tahunan IMF World Bank itu Menteri Keuangan seluruh dunia akan datang. Nanti pesawatnya akan parkir di Banyuwangi, karena kalau di Bali semua tidak cukup. Karena itu, pengembangan Bandara Banyuwangi harus dipercepat Jadi kami koordinasi untuk percepatan pengembangannya," kata Agus kepada sejumlah wartawan, Sabtu (12/8/2017).

Apron Blimbingsari saat ini berkapasitas dua pesawat jenis 737-500. Nantinya akan diperluas sehingga bisa menampung sembilan pesawat jenis 737-800 dan 900. Demikian juga landasan Blimbingsari akan dipertebal dari yang saat ini 36 PCN menjadi 45 PCN.

"Runway juga akan kami perpanjang. Sebenarnya untuk saat ini cukup, karena sudah 2.250. Tapi untuk fullroad tinggal perpanjangan 400 meter, sehingga bisa dilewati pesawat jenis Boeing 737-800 dan 900 NG," kata Agus.

Agus menargetkan minimal Agustus 2018 pengembangan Bandara Banyuwangi sudah selesai. "Yang penting untuk infrastruktur kita siap sebelum forum berlangsung," kata dia.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan sangat berterima kasih atas komitmen pemerintah pusat yang terus mendukung pengembangan bandara.

"Ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Pusat dan daerah yang produktif karena kita juga menginginkan percepatan. Pemkab selalu siap berkoordinasi dengan pusat," kata Anas.

Bagi Anas, ini merupakan momentum bagi semua pihak untuk bersama-sama mengembangkan bandara Blimbingsari. Apalagi sudah ada maskapai yang berminat untuk melakukan International Flight ke Banyuwangi.

"Ini ibarat gayung bersambut, setelah ada operator yang berminat untuk membuka international flight, pengembangan bandara Banyuwangi akan dipercepat," kata Anas.

Bandara Blimbingsari Banyuwangi menjadi bandara dengan tingkat keselamatan dan keamanan terbaik di antara bandara seluruh Indonesia yang berada di bawah pengelolaan Kemenhub.

Bandara Banyuwangi sendiri mulai beroperasi 2010. Sejak 2014, pemerintah daerah mengembangkan terminal baru berkonsep hijau pertama di Indonesia dengan dana APBD Banyuwangi dan Pemprov Jatim.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed