DetikNews
Jumat 11 Agustus 2017, 20:34 WIB

Nelayan Trenggalek Tolak Pencabutan Subsidi Solar

Adhar Muttaqin - detikNews
Nelayan Trenggalek Tolak Pencabutan Subsidi Solar Nelayan Prigi tolak pencabutan subsidi solar (Foto: Adhar Muttaqin)
Trenggalek - Nelayan yang melaut di perairan selatan Trenggalek menolak rencana pencabutan subsidi BBM jenis solar. Pencabutan subsidi pasti akan membuat harga solar naik.

"Setiap kali melaut itu rata-rata membutuhkan 300 liter solar, sedangkan hasil tangkapan ikan di perairan selatan ini tidak menentu," ujar salah seorang nelayan di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Sutrisno, kepada wartawan, Jumat (11/8/2017).

Menurut Sutrisno, ribuan nelayan di Trenggalek telah mengalami musim paceklik ikan selama 2,5 tahun terakhir. Apabila subsidi benar-benar dicabut pihaknya kawatir para nelayan di Trenggalek semakin terpuruk dan banyak yang gulung tikar.

"Sekarang ini saja untuk melaut banyak yang kesulitan, karena antara biaya produksi dengan hasil tangkapan ikan itu tidak sebanding," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh nelayan lain, Samsuri. Menurutnya yang beroperasi di perairan selatan Trenggalek merupakan nelayan kecil dengan kapal rata-rata dibawah 30 Gros Tonage (GT).

Samsuri berharap, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti membatalkan rencana pencabutan subsidi BBM untuk para nelayan, agar para nelayan kecil bisa tetap beroperasi dengan normal.

"Untuk di wilayah sini stok solar masih relatif aman, karena ada dua SPBN dan satu SPBU. Kalaupun ada keterlambatan hanya satu dua hari dan kami masih bisa cari di tempat lain," katanya.

Pemilik kapal ini mengaku, kebijakan pencabutan subsidi dinilai tidak tepat apabila dilakukan disaat ribuan nelayan sedang mengalami paceklik iklan. Pihaknya berharap ada kajian mendalam, termasuk potensi dampak bagi nelayan kecil apabila diterapkan.

Sebelumnya Menteri Susi berencana melakukan pencabutan subsidi BMM nelayan, karena dinilai banyak yang salah sasaran, mengingat sebagian besar BBM tersebut justru dimanfaatkan oleh kapal berkapasitas besar yang seharusnya menggunakan BBM non subsidi.

Rencananya pemerintah akan mengganti pencabutan subsidi dengan jaminan stok BBM di kalangan nelayan sehingga tidak sampai mengalami kelangkaan.
(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed