DetikNews
Jumat 11 Agustus 2017, 17:45 WIB

Kisah Maharani, Anak Punk yang Keinginan Sekolahnya Terhambat Biaya

Andhika Dwi Trisno Saputro - detikNews
Kisah Maharani, Anak Punk yang Keinginan Sekolahnya Terhambat Biaya Satpol PP Kota Kediri berjanji akan membantu Maharani menersukan sekolahnya (Foto: Andhika Saputra)
Kediri - Seorang pelajar SMP tak bisa melanjutkan sekolahnya ke SMA. Gara-garanya pihak SMP menahan rapornya karena tunggakan biaya sekolah yang mencapai Rp 700 ribu.

Pelajar SMP bernama Maharani Putri Setya Anggraini ini pun akhirnya mengadu. Bukan kepada orang tua ataupun saudaranya. Remaja 15 tahun ini justru mengadu ke Satpol PP Kota Kediri.

Mengapa harus Satpol PP? Karena Maharani mengenal baik aparat pemerintah tersebut. Maharani kenak, bahkan akrab karena ia sering terjaring razia Satpol PP. Maharani merupakan anak punk di Kediri. Bersama teman-temannya, ia sering terjaring razia.

"Satpol PP sudah akrab dengan Maharani, karena dia sering terjaring razia bersama dengan kelompok anak punk lainnya di wilayah Pemkot Kediri," ucap Nur Khamid Kabid Trantib Satpol PP Kota Kediri, Jumat, (11/08/2017).

Nur Khamid mengatakan, Maharani bercerita bahwa dia ingin meneruskan sekolahnya ke SMAN 8 Kota Kediri. Namun ia tak bisa mendaftar karena rapornya masih ditahan sekolah SMP-nya. Alasannya, Maharani masih menunggak biaya sekolah sebesar Rp 700 ribu. Padahal rapor adalah salah satu persyaratan untuk mendaftar SMA.

Nur Khamid menjelaskan, Maharani berniat melanjutkan sekolah karena ia bercita-cita ingin menjadi polwan. Maharani berusaha meraih cita-citanya itu meski ia datang dari keluarga tidak mampu. Padahal secara akademis, Maharani terbilang berprestasi. Selain akademis, Maharani juga berprestasi dalam bidang atletik.

"Kami mengapresiasi keinginan Maharani untuk melanjutkan sekolah. Kami sangat mendukung apa yang dicita citakannya untuk menjadi polwan. Untuk itu, akan kami bantu," kata Nur Khamid.

Nur Khamid berjanji akan menindak lanjuti keinginan Maharani kepada pihak terkait yakni Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Kota Kediri.

"Untuk biaya sekolah yang masih menunggak, mungkin akan diatasi Dinas Sosial. Lalu tentang sekolah yang akan dituju, kami koordinasikan dengan Dinas Sosial. Kalau memang tidak dibantu, saya sendiri yang akan melunasinya," tegas Nur Khamid.
(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed