DetikNews
Jumat 11 Agustus 2017, 13:34 WIB

Organda dan Asap di Kota Probolinggo Tolak Keberadaan Gojek

Ainur Rofiq - detikNews
Organda dan Asap di Kota Probolinggo Tolak Keberadaan Gojek Foto: Rengga Sancaya/Ilustrasi
Probolinggo - Keberadaan gojek di Kota Problinggo, mulai menuai protes. Aliansi Sopir Angkot Probolinggo (Asap) dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) menolak gojek karena dianggap merugikan.

Wakil Ketua Asap Kota Probolinggo Zainul Hasan mengaku pihaknya meminta agar ditiadakan transportasi online. Dirinya pun mengklaim sudah melakukan rapat koordinasi dengan Dishub dan Satlantas Polres Probolinggo Kota.

Dia menjelaskan Kota Probolinggo merupakan kota kecil, yang angkutan umum-nya sepi penumpang. Jika ditambah gojek, maka akan tambah sepi. Saat ini, 200 angkutan umum yang beroperasi sisa 150. Penurunan itu lantaran, penumpang makin sepi.

"Nah, ini (Penurunan) merupakan dampak dari adanya gojek. Jika selama beberapa hari ke depan belum ada tindakan apapun dari pihak pemerintah, kami akan lakukan aksi turun jalan dengan cara sweeping. Jangan salahkan kami jika harus menggunakan kekerasan," kata Zainul Hasan, Jumat (11/8/2017).

Dodik, Seketaris Asap menjelaskan pihaknya sudah dua kali melayangkan surat ke dishub, pemkot dan Polresta Probolinggo. Jika ta kunjung mendapat tindakan, pihaknya akan melakukan aksi turun ke jalan.

Sementara Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal mengaku pihaknya akan berkoordinasi dan akan menghubungi pusat server guna untuk menutup jaringan online gojek ini. Menurutnya gojek di Kota Probolinggo masih belum dibutuhkan dan banyak dampak negatif yang akan muncul.

"Saya tidak setuju dengan adanya gojek di Kota Probolinggo. Sebab masih belum dibutuhkan. Upaya yang kami lakukan adalah akan menutup jaringan online ke pihak server pusat," terang Kapolres Alfian saat ditemui di ruangannya.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed