DetikNews
Kamis 10 Agustus 2017, 23:45 WIB

Sopir Taksi Online ini Dianiaya di Surabaya, Dibuang di Madura

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Sopir Taksi Online ini Dianiaya di Surabaya, Dibuang di Madura Korban yang disekap dan dibuang (Foto: Istimewa)
Surabaya - Seorang sopir taksi online menjadi korban kejahatan. Sopir tersebut dianiaya, disekap, hingga akhirnya dibuang di Madura. Mobilnya hilang dibawa kabur pelaku.

Korban adalah Mustakim (40), warga Petemon Sidomulyo, Surabaya. Kasus ini ditangani Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

"Kami masih memburu pelaku," ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satrio Utomo, Kamis (10/8/2017).

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (6/8/2017), tapi baru diketahui luas pada Kamis (10/8/2017). Ardian mengatakan, peristiwa ini berawal saat korban mendapat order mengantarkan empat penumpang dari Ramayana Mall Sidoarjo sekitar pukul 17.00 WIB.

Mereka minta diantarkan ke kawasan Kalimas, Surabaya. Sekitar pukul 19.00 WIB atau saat mobil hendak sampai ke tujuan, seorang pengendara motor menghampiri mobil korban dan langsung mengancamnya dengan sebilah parang. Penumpang di dalam mobil juga melakukan hal serupa, mengancam dengan celurit dan pistol.

"Para pelaku kemudian menguasai mobil. Memukuli dan mengikat tangan korban. Lalu korban dipindah ke jok belakang," kata Ardian.

Bukannya tanpa perlawanan, korban terus berontak sambil berteriak. Teriakan korban sempat membuat warga berdatangan. Namun para pelaku mengancam warga dengan senjata yang ada di tangannya. Warga pun takut dan mundur. Para pelaku pun kabur meninggalkan lokasi.

Pelaku kemudian menutup mata dan membungkan mulut korban. HP dan dompet korban diambil. Mobil kemudian berhenti yang diduga di kawasan Madura. Lalu korban dibawa ke suatu ruangan, tetap dengan tangan dan kaki terikat, mata tertutup, dan mulut terbungkam. Di ruangan itu, korban disekap hingga Senin (7/8/2017) dini hari.

"Di pagi buta itu korban dibawa keluar dari ruangan, dinaikkan motor lalu dibuang di Burneh, Bangkalan, Madura. Kondisinya masih sama, terikat tangan dan kaki, tertutup mata, dan terbungkam mulut," lanjut Ardian.

Korban kemudian ditemukan oleh seorang kenek bus. Korban lalu dibawa ke Polsek Burneh untuk melapor. Laporan korban diterima untuk kemudian diteruskan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

"Dugaan kami ini adalah kelompok luar kota. Kami sudah mengidentifikasi mereka. Kami sedang melakukan pengejaran. Doakan saja," tandas Ardian.
(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed