Pikap Ditumpangi 20 Penumpang Terguling, Satu Anak Tewas

Pikap Ditumpangi 20 Penumpang Terguling, Satu Anak Tewas

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 10 Agu 2017 19:37 WIB
Pikap Ditumpangi 20 Penumpang Terguling, Satu Anak Tewas
Polisi menjaga korban di rumah sakit (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan - Pikap yang membawa rombongan ziarah haji terguling usai menabrak pohon di Jalan Umum Desa Patebon, Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Kejadian ini membuat satu bocah tewas di lokasi sementara 14 lainnya mengalami luka-luka.

Kecelakaan tunggal ini bermula saat pikap Gran Max bernomor polisi W 9884 L yang disopiri Kusaeni (40) warga Desa Mangguan, Pasrepan, melaju dari arah utara. Saat di lokasi, pikap tiba-tiba menabrak pohon palem di sisi kiri jalan.

Usai menabrak pohon, pikap terguling ke arah kiri dan membentur beton parit. 20 penumpang pikap yang terdiri dari ibu dan anak berjatuhan. Sebanyak 14 orang terluka dan satu bocah berusia 6 tahun tewas di lokasi.

"Korban yang tewas atas nama Fitri, usia 6 tahun. Keluarganya tak mau divisum dan langsung dibawa pulang untuk dikuburkan. Yang di rawat di sini sebanyak 14 orang, rata-rata ibu-ibu paruh baya, ada juga balita. Mereka alami luka di kaki dan kanan, ada juga di kepala," kata Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Mellysa Amalia di IGD RSUD dr R Soedarsono, Pasuruan, Kamis (10/8/2017) petang.

Korban terdiri dari ibu-ibu dan anak-anakKorban terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak (Foto: Muhajir Arifin)
Mellysa yang juga sempat sibuk merawat balita yang mengalami luka mengatakan, kecelakaan tersebut diduga akibat sopir mengantuk sehingga menabrak pohon. Namun, ada sejumlah saksi yang menyebut pikap terlalu ke kiri karena menghindari truk dari arah berlawanan.

"Dugaan sementara sopir mengantuk. Tapi masih diperiksa anggota di Pos Lantas Kejayan," jelasnya.

Menurut Mellysa, rombongan tersebut berasal dari Desa Mangguan, Kecamatan Pasrepan. Mereka hendak berziarah ke rumah kerabat yang hendak menunaikan ibadah haji di Desa Bajangan, Kecamatan Gondangwetan.

"Kami imbau, tolonglah kendaraan bak terbuka jangan untuk mengangkut manusia," tandasnya.

Sementara puluhan keluarga korban masih memenuhi IGD untuk memastikan anggota keluarga mereka yang jadi korban kecelakaan mendapatkan perawatan maksimal.

Kecelakaan terjadi akibat sopir mengantukKecelakaan terjadi akibat sopir mengantuk (Foto: Muhajir Arifin)
(iwd/iwd)
Berita Terkait