Kecelakaan tunggal ini bermula saat pikap Gran Max bernomor polisi W 9884 L yang disopiri Kusaeni (40) warga Desa Mangguan, Pasrepan, melaju dari arah utara. Saat di lokasi, pikap tiba-tiba menabrak pohon palem di sisi kiri jalan.
Usai menabrak pohon, pikap terguling ke arah kiri dan membentur beton parit. 20 penumpang pikap yang terdiri dari ibu dan anak berjatuhan. Sebanyak 14 orang terluka dan satu bocah berusia 6 tahun tewas di lokasi.
"Korban yang tewas atas nama Fitri, usia 6 tahun. Keluarganya tak mau divisum dan langsung dibawa pulang untuk dikuburkan. Yang di rawat di sini sebanyak 14 orang, rata-rata ibu-ibu paruh baya, ada juga balita. Mereka alami luka di kaki dan kanan, ada juga di kepala," kata Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Mellysa Amalia di IGD RSUD dr R Soedarsono, Pasuruan, Kamis (10/8/2017) petang.
Korban terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak (Foto: Muhajir Arifin) |
"Dugaan sementara sopir mengantuk. Tapi masih diperiksa anggota di Pos Lantas Kejayan," jelasnya.
Menurut Mellysa, rombongan tersebut berasal dari Desa Mangguan, Kecamatan Pasrepan. Mereka hendak berziarah ke rumah kerabat yang hendak menunaikan ibadah haji di Desa Bajangan, Kecamatan Gondangwetan.
"Kami imbau, tolonglah kendaraan bak terbuka jangan untuk mengangkut manusia," tandasnya.
Sementara puluhan keluarga korban masih memenuhi IGD untuk memastikan anggota keluarga mereka yang jadi korban kecelakaan mendapatkan perawatan maksimal.
Kecelakaan terjadi akibat sopir mengantuk (Foto: Muhajir Arifin) |











































Korban terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak (Foto: Muhajir Arifin)
Kecelakaan terjadi akibat sopir mengantuk (Foto: Muhajir Arifin)