Salah satu langkah mencegah kecelakaan lalu-lintas (laka lantas) pelajar, polisi gencar melakukan sosialisasi. Program-program khusus juga terus dilakukan untuk memberikan pendidikan tertib berlalu-lintas.
"Salah satu yang kami lakukan adalah program One School One Police. Kami yakini pembinaan usia dini sangat penting mencegah kecelakaan pelajar," kata Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Hari Subagyo, di sela-sela lauching '1.000 Polisi Pelajar' di GOR Untung Suropati, Jalan Sultan Agung, Pasuruan, Kamis (10/8/2017).
Hari mengungkapkan dalam program One School One Police, pihaknya menerjunkan satu polisi ke sekolah-sekolah, baik tingkat SD, SMP maupun SMA.
Polisi Gencarkan Sosialisasi "One School One Police"/ Foto: Muhajir Arifin |
"Para petugas tersebut akan intensif memberikan pendidikan lalu-lintas kepada anak usia dini. Petugas tersebut akan mengajarkan undang-undang lalu-lintas pada siswa," jelasnya.
Harapannya, saat para pelajar ini lulus, mereka sudah membekali diri dengan pengetahuan lalu-lintas. "Kami tekankan pada anak-anak, jangan naik kendaraan tanpa SIM dan tanpa kelengkapan sesuai aturan," tandasnya.
Selain menempatkan polisi ke sekolah-sekolah, pihaknya juga mendidik para siswa untuk jadi pelopor keselamatan di jalan raya. "Kami ajak para siswa jadi polisi pelajar yang bisa jadi pelopor keselamatan lalu-lintas," terangnya.
Upaya melibatkan siswa dalam mencegah lakalantas juga dilakukan Satlantas Polres Pasuruan. Puluhan siswa mengikuti seleksi pemilihan pelajar pelopor keselamatan yang digelar di SMKN I Purwosari.
"Sebanyak 90 siswa perwakilan dari SMK/SMA se-Kabupaten Pasuruan mengikuti seleksi pemilihan pelajar pelopor keselamatan lalu-lintas. Yang terpilih akan jadi duta lalu-lintas ke sekolah-sekolah," kata Kanit Dikyasa Polres Pasuruan, Iptu Saiful Ilmi. (fat/fat)












































Polisi Gencarkan Sosialisasi "One School One Police"/ Foto: Muhajir Arifin